Menu

Mode Gelap
Kajari Karo dan Dua Anak Buahnya Diperiksa Kejagung Buntut Kasus Amsal Sitepu Menag Nasaruddin Umar: Selamat Hari Raya Paskah 2026, Doakan Kedamaian Bangsa Chandra Sembiring, Ketika Kemanusiaan Bertemu Sinema Alam BGN Minta Maaf usai Adanya 72 Siswa SD Diduga Keracunan MBG di Duren Sawit Tolak Gaji Tinggi Turki, Yenny Wahid: Atlet Panjat Tebing Indonesia Pilih Setia ke Merah Putih Festival “Warisan Rasa Asia” Sajikan Puluhan Kuliner Nusantara dan Asia

Warta Parlemen

Ketua DPR RI Tekankan Pentingnya Verifikasi Data dalam Program Bantuan Sosial

badge-check


					Ketua DPR RI Tekankan Pentingnya Verifikasi Data dalam Program Bantuan Sosial Perbesar

Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya verifikasi data dalam pelaksanaan program bantuan sosial (bansos).

“Kalau saya tetap berharap, mengimbau, bahkan meminta terkait dengan hal-hal verifikasi data itu paling penting,” ujar Ketua DPR RI, Senin (11/8/2025).

Ia mengingatkan proses verifikasi data yang akurat dan terkini harus menjadi diutamakan Pemerintah sebelum mengambil keputusan untuk mengubah atau melanjutkan suatu program bantuan.

“Jadi verifikasi data dulu jangan sampai mengubah satu program tanpa verifikasi data yang baik, yang detail, yang benar karena data itu yang paling penting sebagai pegangan,” ujarnya.

“Biasanya waktu saya menjadi Menko, Menko mengkoordinasikan semua kementerian tersebut berdasarkan data yang terbaru itu untuk apakah kemudian memutuskan program tersebut akan diubah, diganti atau diperbaiki, atau dievaluasi dan lain-lain sebagainya,” lanjut Ketua DPR RI.

Ia juga mengingatkan agar program-program bansos yang dijalankan pemerintah tidak salah sasaran, tetapi harus dipastikan masyarakat yang memang berhak untuk mendapatkan bantuan tersebut.

“Jangan sampai kemudian rakyat yang berhak mendapatkan semua program itu tidak mendapatkan, malah orang yang tidak berhak mendapatkan program-program tersebut,” ucapnya.

Untuk itu, Ketua DPR RI kembali menyerukan agar pemerintah memprioritaskan evaluasi dan perbaikan data sebagai dasar utama dalam melaksanakan program kebijakan sosial.

“Jadi tolong perbaiki dulu datanya, evaluasi datanya,” tegas Ketua DPR RI.

Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap sejumlah temuan anomali dalam rekening penerima bantuan sosial (bansos) yang disalurkan oleh Kementerian Sosial, termasuk penerima yang masih bermain judi online (judol) hingga memiliki saldo puluhan juta rupiah.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan dari sekitar 10 juta rekening yang dianalisis, sebanyak 1,7 juta tidak teridentifikasi menerima bansos, sementara 8,3 juta sisanya tercatat menerima bansos.

PPATK juga mendeteksi sejumlah rekening penerima dengan status pekerjaan tidak wajar, seperti 27.932 orang berstatus pegawai BUMN, 7.479 dokter, dan lebih dari 6.000 orang berprofesi sebagai eksekutif atau manajerial, yang seluruhnya masuk dalam daftar penerima bansos.

Selain itu, kata dia, ditemukan pula 56 rekening penerima bansos dengan saldo di atas Rp50 juta.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kunjungan Komisi IV DPR RI ke Bogor Ungkap Inovasi Keren di Sektor Perikanan

4 April 2026 - 06:18 WITA

Kasus Amsal Disorot Komisi III DPR-RI

31 Maret 2026 - 02:33 WITA

Nurul Arifin Apresiasi Kepatuhan Roblox pada PP Tunas, Perlindungan Anak Jadi Prioritas

26 Maret 2026 - 06:07 WITA

DPD RI Minta BPK Audit Anggaran MRP se-Tanah Papua

24 Maret 2026 - 10:59 WITA

Komisi III DPR Desak Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontaS

16 Maret 2026 - 08:38 WITA

Trending di Warta Parlemen