Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Nusantara

BGN Minta Maaf usai Adanya 72 Siswa SD Diduga Keracunan MBG di Duren Sawit

badge-check


					BGN Minta Maaf usai Adanya 72 Siswa SD Diduga Keracunan MBG di Duren Sawit Perbesar

Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf usai adanya temuan 72 siswa sekolah dasar (SD) di Duren Sawit, Jakarta Timur, yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Kamis (2/4/2026).

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini, kata Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang dalam keterangan pers, Sabtu (4/4/2026).

BGN memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban serta langsung menghentikan operasional dapur terkait.

“Kami juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ucap Nanik.

Lebih lanjut, Nanik menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas sebagai bentuk tanggung jawab dan pengamanan dengan menghentikan operasional SPPG tersebut.

“Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar,” tegas Nanik.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut para siswa diduga keracunan usai menyantap makanan yang berasal dari satu dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).

“Makanan yang disiapkan oleh SPPG di lokasi Pondok Kelapa 2,” ujar Pramono usai menjenguk korban di RSKD Duren Sawit, Sabtu (4/4/2026).

Menu yang disajikan saat itu adalah spageti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.

“Saya tadi sudah melihat sebagian besar yang korban terdampak memang diduga dari makanan spagetinya,” ucap Pramono.

Usai menyantap menu tersebut, para siswa mengalami sejumlah gejala keracunan seperti mual, muntah, diare, demam, hingga nyeri perut. Adapun dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang

19 Oktober 2026 - 03:01 WITA

Presiden Prabowo Instruksikan Transformasi Menyeluruh PLN, Fokus Efisiensi dan Percepat Energi Surya 100 GW

16 Oktober 2026 - 02:52 WITA

Pemerintah Intensifkan Penanganan Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Dioptimalkan

14 Oktober 2026 - 07:21 WITA

Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama

12 Oktober 2026 - 05:13 WITA

Presiden Prabowo Sambut Presiden Mesir El-Sisi dengan Upacara Kenegaraan di Istana Merdeka

11 Oktober 2026 - 07:29 WITA

Trending di Warta Nusantara