Menu

Mode Gelap
Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

Warta Parlemen

Kunjungan Komisi IV DPR RI ke Bogor Ungkap Inovasi Keren di Sektor Perikanan

badge-check


					Kunjungan Komisi IV DPR RI ke Bogor Ungkap Inovasi Keren di Sektor Perikanan Perbesar

Mulai dari alat pengasapan ikan yang praktis dan terjangkat jadi solusi bagi pembudidaya tanpa freezer hingga inovasi pakan bioflok yang bisa mempercepat masa panen dan lebih hemat biaya. Bahkan, berbagai produk olahan ikan juga berpotensi masuk ke dapur MBG dan memperluas pasar.

Namun di balik potensi besar ini, masih ada tantangan serius. Indonesia saat ini baru memiliki kurang dari 4 ribu penyuluh perikanan, padahal idealnya dibutuhkan sekitar 12 ribu untuk menjangkau seluruh wilayah.

Komisi IV DPR RI pun mendorong agar inovasi-inovasi ini diperbanyak dan didukung dengan penambahan penyuluh, demi meningkatkan kesejahteraan pembudidaya dan nelayan di seluruh Indonesia.

Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto), tersebut meninjau langsung berbagai produk olahan berbahan ikan air tawar serta inovasi yang dikembangkan balai riset.

Dalam diskusi bersama masyarakat dan pemangku kepentingan, Siti Hediati Soeharto menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui berbagai inovasi yang telah dikembangkan serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi masyarakat di sektor perikanan.

Dalam pameran yang digelar, ditampilkan beragam produk olahan ikan air tawar yang berpotensi dipasarkan dan dimanfaatkan untuk mendukung dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, diperkenalkan inovasi teknologi pengasapan ikan yang mampu memperpanjang masa simpan tanpa ketergantungan pada freezer, sehingga memudahkan proses distribusi dan pemasaran.

“Inovasi ini sangat membantu masyarakat. Kami minta agar alat ini dapat diperbanyak dan diberikan sebagai bantuan kepada para pembudidaya ikan,” ujar Siti Hediati Soeharto.

Selain itu, Komisi IV DPR RI juga menyoroti keterbatasan tenaga penyuluh perikanan yang saat ini berjumlah sekitar 4.000 orang, dari kebutuhan ideal sekitar 12.000 orang di seluruh Indonesia. Untuk itu, pihaknya akan mendorong kementerian terkait meningkatkan jumlah tenaga penyuluh guna mendukung para pembudidaya dan nelayan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

1 September 2026 - 05:23 WITA

DPR Janji Sahkan RUU Perampasan Aset Maksimal 15 Desember

28 Agustus 2026 - 04:55 WITA

Siti Fauziah Sebut LCC 4 Pilar MPR Jadi Ruang Bangun Persaudaraan

24 Agustus 2026 - 05:47 WITA

Dukung Guru PPPK Diangkat Jadi PNS, Ketua DPD RI: Fiskal Kita Cukup

21 Agustus 2026 - 05:35 WITA

Komisi III Kebut Pembahasan RUU Perampasan Aset, Targetkan Selesai Desember 2026

18 Agustus 2026 - 05:55 WITA

Trending di Warta Parlemen