Menu

Mode Gelap
Kemenlu RI Pastikan Koordinasi Intensif Pelindungan WNI di Timur Tengah Jalan Rusak dan Anak Putus Sekolah, Pengalaman Pahit Warga 2 Kampung di Polman Pemerintah perkuat peran generasi muda melalui Mangrove Goes To School Kejaksaan Negeri Merauke Dalami Aliran Dana Dugaan Korupsi BUMD ke Eks Bupati Boven Digoel Otorita IKN Perkuat Pelaku Usaha Lokal untuk Bangun Ekosistem Ekonomi Berkelanjutan Ko Erwin Bandar Narkoba Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Malaysia

Warta TNI

TNI AL Siapkan Dermaga Sipil untuk Sandar Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

badge-check


					TNI AL Siapkan Dermaga Sipil untuk Sandar Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Perbesar

Kehadiran kapal induk Giuseppe Garibaldi bakal membawa perubahan besar pada infrastruktur maritim Indonesia. TNI AL kini mulai memetakan pangkalan hingga dermaga pelabuhan sipil untuk mendukung kebutuhan logistik sang “raksasa” asal Italia tersebut.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksda Yayan Sofiyan menjelaskan, pengoperasian kapal induk membutuhkan dukungan fasilitas yang tidak main-main. Menurutnya, kesiapan pangkalan menjadi prioritas utama sebelum kapal tersebut tiba di Tanah Air.

“Bagaimana infrastruktur pendukungnya. Bagaimana pangkalan-pangkalan siap, dermaga-dermaga TNI AL, hingga dermaga pelabuhan sipil dalam rangka men-support fasilitas Garibaldi ini,” ujar Yayan, Jakarta, Rabu (25/2).

Dukungan Logistik Masif

Yayan memberikan gambaran betapa besarnya skala operasional kapal berbobot 13 ribu ton tersebut. Saat bersandar, kapal ini memerlukan suplai logistik yang mampu memenuhi kebutuhan ratusan prajurit sekaligus.

“Bisa kita bayangkan sandar di suatu tempat membutuhkan dukungan logistik kru yang 500 orang. 500 itu baru kru inti saja, belum kru penerbangan dan sistem aviasi,” jelasnya.

Oleh karena itu, TNI AL menjajaki koordinasi dengan pihak pelabuhan sipil. Langkah ini bertujuan agar kapal induk tetap mendapatkan dukungan logistik yang mumpuni meski sedang berada di luar pangkalan utama militer.

Menuju Blue Water Navy

Lebih lanjut, Yayan menekankan, persiapan infrastruktur yang rumit ini merupakan bagian dari cita-cita besar Indonesia. Akuisisi Garibaldi menjadi sinyal kuat transformasi TNI AL menuju kekuatan blue water navy, yakni angkatan laut yang dapat beroperasi lintas samudra dan secara global.

Menurutnya, kehadiran kapal induk ini akan memberikan efek gentar sekaligus rasa aman bagi kedaulatan negara.

“Sehingga akuisisi pemerintah kapan pun, mudah-mudahan dapat kita saksikan segera. Memberikan ketenangan dan kenyamanan bahwa kita (siap),” tegas Yayan.

Target Tiba Sebelum Oktober 2026

Proses penyiapan infrastruktur ini berjalan beriringan dengan negosiasi hibah antara Indonesia dan Italia. Sebelumya, KSAL Laksamana Muhammad Ali menargetkan kapal ini sudah masuk ke jajaran armada tempur RI sebelum HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026.

Meskipun berstatus hibah G2G, Karo Humas Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI Brigjen Rico Ricardo Sirait menyebut pemerintah tetap menyiapkan anggaran untuk proses retrofit atau peremajaan kapal.

“Anggaran dialokasikan untuk kebutuhan retrofit dalam rangka penyesuaian kebutuhan operasi TNI dan TNI AL,” kata Rico.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TNI AD Kebut Pembangunan Hunian Tetap Pascabencana di Sumatra

22 Februari 2026 - 07:30 WITA

9 KRI Jaga Timah Rp173 Miliar di Babel, Ada Uji Drone Kamikaze

16 Februari 2026 - 05:09 WITA

Dibantu Pesawat MRTT Milik RSAF, Jet Tempur F-16 TNI AU Latihan Isi Bahan Bakar di Udara

16 Februari 2026 - 05:05 WITA

Kesiapan TNI AL Kirim Pasukan BoP ke Gaza: Kapal Rumah Sakit hingga Marinir

12 Februari 2026 - 11:08 WITA

Menhan Sjafrie Sebut Prajurit TNI Harus Jadi Solusi Ketahanan Pangan Rakyat

9 Februari 2026 - 02:11 WITA

Trending di Warta TNI