Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri Bila Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan Sosok Ibrahim Al Abrar, Bocah SD Boyolali Penemu Celah Keamanan Web NASA Eks Pejabat Dinas PUTR Batu Bara Divonis 6 Tahun di Kasus Korupsi Jalan Rp 43 M Kisah April DA7 yang Menginspirasi, Ketekunan Bawa Dirinya dari Jalanan ke Dunia Hiburan Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi dan Mesin Baru Kemakmuran Rakyat Ledakan Gudang Amunisi Tewaskan 1 Prajurit dan Enam Lainnya Terluka, TNI AD Bentuk Tim Investigasi

Warta TNI

TNI AL Siapkan Dermaga Sipil untuk Sandar Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

badge-check


					TNI AL Siapkan Dermaga Sipil untuk Sandar Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Perbesar

Kehadiran kapal induk Giuseppe Garibaldi bakal membawa perubahan besar pada infrastruktur maritim Indonesia. TNI AL kini mulai memetakan pangkalan hingga dermaga pelabuhan sipil untuk mendukung kebutuhan logistik sang “raksasa” asal Italia tersebut.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksda Yayan Sofiyan menjelaskan, pengoperasian kapal induk membutuhkan dukungan fasilitas yang tidak main-main. Menurutnya, kesiapan pangkalan menjadi prioritas utama sebelum kapal tersebut tiba di Tanah Air.

“Bagaimana infrastruktur pendukungnya. Bagaimana pangkalan-pangkalan siap, dermaga-dermaga TNI AL, hingga dermaga pelabuhan sipil dalam rangka men-support fasilitas Garibaldi ini,” ujar Yayan, Jakarta, Rabu (25/2).

Dukungan Logistik Masif

Yayan memberikan gambaran betapa besarnya skala operasional kapal berbobot 13 ribu ton tersebut. Saat bersandar, kapal ini memerlukan suplai logistik yang mampu memenuhi kebutuhan ratusan prajurit sekaligus.

“Bisa kita bayangkan sandar di suatu tempat membutuhkan dukungan logistik kru yang 500 orang. 500 itu baru kru inti saja, belum kru penerbangan dan sistem aviasi,” jelasnya.

Oleh karena itu, TNI AL menjajaki koordinasi dengan pihak pelabuhan sipil. Langkah ini bertujuan agar kapal induk tetap mendapatkan dukungan logistik yang mumpuni meski sedang berada di luar pangkalan utama militer.

Menuju Blue Water Navy

Lebih lanjut, Yayan menekankan, persiapan infrastruktur yang rumit ini merupakan bagian dari cita-cita besar Indonesia. Akuisisi Garibaldi menjadi sinyal kuat transformasi TNI AL menuju kekuatan blue water navy, yakni angkatan laut yang dapat beroperasi lintas samudra dan secara global.

Menurutnya, kehadiran kapal induk ini akan memberikan efek gentar sekaligus rasa aman bagi kedaulatan negara.

“Sehingga akuisisi pemerintah kapan pun, mudah-mudahan dapat kita saksikan segera. Memberikan ketenangan dan kenyamanan bahwa kita (siap),” tegas Yayan.

Target Tiba Sebelum Oktober 2026

Proses penyiapan infrastruktur ini berjalan beriringan dengan negosiasi hibah antara Indonesia dan Italia. Sebelumya, KSAL Laksamana Muhammad Ali menargetkan kapal ini sudah masuk ke jajaran armada tempur RI sebelum HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026.

Meskipun berstatus hibah G2G, Karo Humas Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI Brigjen Rico Ricardo Sirait menyebut pemerintah tetap menyiapkan anggaran untuk proses retrofit atau peremajaan kapal.

“Anggaran dialokasikan untuk kebutuhan retrofit dalam rangka penyesuaian kebutuhan operasi TNI dan TNI AL,” kata Rico.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ledakan Gudang Amunisi Tewaskan 1 Prajurit dan Enam Lainnya Terluka, TNI AD Bentuk Tim Investigasi

17 Juli 2026 - 06:05 WITA

TNI Buka Suara soal Pengamanan di Rumah Jampidsus

9 Juli 2026 - 06:14 WITA

Dalang Pembakaran Pesawat AMA Terungkap, Kini Diburu TNI

3 Juli 2026 - 05:18 WITA

Lettu Inf Sulthan, Selamat dari Serangan Bom demi Bendera Merah Putih

23 Juni 2026 - 03:39 WITA

TNI Perkuat Diplomasi Pertahanan melalui Pendidikan Strategis di Yordania

17 Juni 2026 - 05:52 WITA

Trending di Warta TNI