Menu

Mode Gelap
Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

Warta TNI

TNI AL Klaim Selamatkan Rp 14,8 T Potensi Kerugian Negara Lewat Operasi Laut

badge-check


					TNI AL Klaim Selamatkan Rp 14,8 T Potensi Kerugian Negara Lewat Operasi Laut Perbesar

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata mengeklaim, TNI Angkatan Laut telah menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp 14,8 triliun sepanjang 2025 hingga Mei 2026.

Denih menyebutkan, potensi kerugian negara tersebut diselamatkan lewat berbagai operasi keamanan laut dan penegakan hukum yang dilakukan TNI AL.

“Sepanjang tahun 2025, TNI Angkatan Laut dalam hal ini Koarmada RI dan jajaran berhasil menggagalkan berbagai penyelundupan dan kejahatan maritim dengan total nilai ekonomi negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp 14,7 triliun lebih,” kata Denih di Markas Koarmada RI, Gunung Sahari, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).

Denih mengatakan, operasi tersebut dilakukan di sejumlah perairan strategis Indonesia, mulai dari Selat Malaka, Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I hingga ALKI III, Laut Sulawesi, sampai perairan Papua.

Berbagai potensi ancaman tersebut berupa penyelundupan barang ilegal, narkotika, illegal fishing, illegal mining, perdagangan orang, penyelundupan bahan bakar minyak, hingga perompakan.

Sementara itu, pada periode Januari hingga Mei 2026, TNI AL mencatat sedikitnya 26 kasus kegiatan ilegal berhasil digagalkan dengan nilai potensi kerugian negara yang mencapa Rp 112,9 miliar.

Kasus yang ditindak beragam, mulai dari penyelundupan pasir timah, rokok ilegal, sianida, arang bakau, kosmetik ilegal, hingga perdagangan benih bening lobster dan pekerja migran Indonesia nonprosedural.

“Pada bulan Mei 2026, TNI Angkatan Laut berhasil menggagalkan enam kegiatan ilegal dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp 14,9 miliar rupiah,” jelas dia.

Barang bukti yang diamankan antara lain 14,4 juta ekor benih bening lobster, 278.000 batang rokok ilegal, serta 252,4 liter minuman keras tradisional jenis moke dan sopi.

Dengan demikian, sepanjang 2025 hingga Mei 2026, TNI AL menyelamatkan potensi kerugian negara senilai Rp 14,8129 triliun.

Selain operasi laut, TNI AL melalui Pusat Penerbangan Angkatan Laut juga disebut menggagalkan empat kegiatan ilegal melalui operasi udara.

Dari operasi itu, potensi kerugian negara yang diklaim berhasil dicegah mencapai Rp 2,6 miliar.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi Memukau Para Srikandi TNI AD: Tiarap dan Membidik Jarak 100 Meter

30 Agustus 2026 - 06:32 WITA

Pesawat TNI AL Keluar Jalur, Tiga Prajurit Lolos dari Maut

27 Agustus 2026 - 03:32 WITA

TNI Siagakan 66.510 Personel untuk Tangani Karhutla di Berbagai Titik di Indonesia

23 Agustus 2026 - 05:53 WITA

Doa Syukur untuk Negeri, TNI AD dan Umat Buddha Rawat Semangat Kebangsaan

20 Agustus 2026 - 05:14 WITA

Jelang HUT RI ke-81, TNI AU Gelar Gladi Demo Udara

16 Agustus 2026 - 06:32 WITA

Trending di Warta TNI