Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

Warta Nusantara

Sepucuk surat dari siswa Sekolah Rakyat untuk Presiden Prabowo: Tunggu kami ya, Pak

badge-check


					Sepucuk surat dari siswa Sekolah Rakyat untuk Presiden Prabowo: Tunggu kami ya, Pak Perbesar

Jakarta, infokatulistiwanews.com – Presiden Prabowo Subianto menerima sepucuk surat istimewa dari seorang siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) II Bandung Barat, Jawa Barat, bernama Muhammad Daffa Raasyid.

Dalam suratnya, Daffa mengungkapkan rasa terima kasih yang tulus kepada Presiden Prabowo atas kehadiran Sekolah Rakyat yang telah memberinya dan teman-temannya kesempatan untuk kembali belajar di sekolah serta merajut asa untuk masa depan.

“Terima kasih Bapak Prabowo karena telah membuat Sekolah Rakyat ini sehingga saya dan teman-teman bisa kembali merasakan bangku sekolah. Sekolah ini yang akan merakit kami menjadi anak-anak yang kreatif, cerdas, dan memiliki jiwa kepemimpinan seperti Bapak. Mungkin sepuluh tahun ke depan kami akan menjadi orang yang sukses dan bisa membangun negara ini. Tunggu kami ya, Pak,” kata Daffa.

Surat kecil dari Daffa menjadi pengingat bahwa di balik setiap kebijakan pendidikan, ada asa besar generasi muda Indonesia yang terus tumbuh—menyambut masa depan dengan ilmu, semangat, dan cinta tanah air.

Sekolah Rakyat adalah visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dalam kurun 1 tahun pemerintahan, sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi untuk memberikan akses pendidikan bagi 15.945 pelajar di berbagai wilayah di tanah air. Mereka berasal dari keluarga kurang mampu, yang berada pada desil 1 dan desil 2 dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Red~ IKN

Sumber: BPMI Setpres & Biro Humas Kemensetneg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara