Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Nusantara

Media Asing Sorot Temuan Sumur Gas Raksasa RI

badge-check


					Media Asing Sorot Temuan Sumur Gas Raksasa RI Perbesar

Media asing menyoroti penemuan gas alam berukuran besar di Indonesia oleh raksasa energi Italia, Eni. Kantor berita AFP melaporkan penemuan ini dalam tajuk ‘Major’ Indonesian natural gas find announced pada Selasa (21/4/2026).

Laman itu menekankan besarnya potensi temuan tersebut bagi sektor energi global. Dalam pernyataan resmi, Eni mengungkapkan cadangan gas tersebut berada sekitar 70 kilometer lepas pantai Kalimantan Timur, dengan estimasi mencapai 5 triliun kaki kubik gas serta 300 juta barel kondensat.

AFP juga melaporkan perusahaan menyebut temuan ini akan “membuka volume baru yang signifikan untuk pasar domestik dan internasional”. Disebut pula bahwa pemerintah Indonesia menyambut positif kabar tersebut.

“Ini adalah penemuan raksasa. Selain gas, pada 2028 kita juga akan memproduksi sekitar 90.000 barel kondensat. Dan pada 2029-2030 jumlah itu bisa meningkat lebih lanjut menjadi 150.000 barel,” ujar laman itu.

“Temuan ini membuktikan bahwa Indonesia masih memiliki peluang signifikan untuk mengoptimalkan potensi minyak dan gasnya sebagai pilar keamanan energi nasional dan upaya mencapai swasembada energi,” tambahnya lagi.

Produksi gas Eni di Indonesia diproyeksikan melonjak drastis, dari saat ini sekitar 600-700 MMSCFD menjadi 2.000 MMSCFD pada 2028, bahkan mencapai 3.000 MMSCFD dua tahun setelahnya. Lonjakan produksi kondensat juga diharapkan mampu menekan impor minyak Indonesia.

Sorotan media asing juga mengaitkan temuan ini dengan situasi energi global yang tengah bergejolak akibat konflik Timur Tengah. Harga minyak dunia kini berada di kisaran US$100 per barel atau sekitar Rp1,7 juta, jauh di atas asumsi APBN Indonesia sebesar US$70 per barel atau sekitar Rp1,19 juta.

Dalam konteks ini, langkah pemerintah memperkuat pasokan energi dinilai semakin strategis. Presiden Prabowo Subianto bahkan aktif menjajaki kerja sama energi dengan sejumlah negara. Dalam kunjungannya ke Moskow, Prabowo bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas potensi pengadaan minyak jangka panjang.

“Tidak ada angka spesifik yang kami miliki, tetapi ini akan menjadi jangka panjang untuk keamanan energi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela.

Menurut data International Energy Agency (IEA), gas alam menyumbang 15,6% pasokan energi Indonesia dan 12,9% pembangkit listrik pada 2023. Temuan terbaru Eni dinilai memperkuat peluang Indonesia untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara