Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri Tanamkan Cinta Bahari Sejak Dini, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 Sambut Kunjungan Pelajar di Nunukan Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto Apresiasi Komitmen Pemerintah dalam Memperkuat Ketahanan Pangan

Warta Internasional

Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia

badge-check


					Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Perbesar

Paus Leo XIV melanjutkan rangkaian perjalanan pastoralnya di benua Afrika dengan mengunjungi Guinea Khatulistiwa. Kunjungan ini merupakan pemberhentian terakhir dalam misi apostolik pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut di wilayah Afrika.

Pesawat yang membawa Paus Leo XIV mendarat di Bandara Internasional Malabo pada Selasa, 21 April 2026. Kedatangan Paus Leo XIV disambut langsung oleh Presiden Guinea Khatulistiwa, Teodoro Obiang Nguema Mbasogo.

Peringatan Terhadap Perang dan Hukum Internasional

Dalam pidato pembukanya di hadapan para pejabat negara, Paus Leo XIV memberikan peringatan keras mengenai masa depan umat manusia yang saat ini dinilai berada dalam risiko besar. Ia menyoroti ancaman nyata yang muncul akibat peperangan yang terus bergejolak serta pengikisan terhadap hukum internasional yang seharusnya menjadi pelindung perdamaian dunia.

Kritik Atas Eksploitasi Sumber Daya Alam

Secara khusus, Paus juga mengecam praktik eksploitasi minyak dan sumber daya mineral yang terjadi di benua tersebut. Menurutnya, eksploitasi tersebut sering kali menjadi pemicu konflik dan menambah penderitaan bagi masyarakat setempat.

Selain melakukan pertemuan diplomatik, Paus Leo XIV juga memberikan perhatian pada sektor pendidikan. Ia mengunjungi Universitas Nasional untuk meresmikan kampus baru yang dibangun atas namanya.

Rangkaian kegiatan Paus akan berlanjut pada Rabu (22/4/2026), di mana ia dijadwalkan mengunjungi sebuah lembaga pemasyarakatan (penjara). Kunjungan ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya penegakan hak asasi manusia (HAM) serta mendorong semangat rekonsiliasi di negara tersebut.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara

21 Oktober 2026 - 02:33 WITA

Singapura Layangkan Peringatan ke 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap

17 Oktober 2026 - 03:38 WITA

RI Dorong ACAFTA Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM

15 Oktober 2026 - 06:45 WITA

PBB Desak Investigasi Serangan Terhadap Bandara Internasional Riyadh

13 Oktober 2026 - 04:33 WITA

Indonesia Juara Umum Kompetisi Olahraga-Budaya ISCG 2026 di Pakistan

10 Oktober 2026 - 05:03 WITA

Trending di Warta Internasional