Menu

Mode Gelap
Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Delapan ASN Kemenaker terbukti peras 20 perusahaan izin TKA Rp130 M MPR: Komitmen bersama dibutuhkan demi wujudkan semangat Kartini Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu Dianggap Hama di RI, Ikan Sapu-sapu Justru Kuliner Favorit Amazon Hasil Pemeriksaan BPK 2025: Soroti Menko Pangan-Menteri Kesehatan

Warta Internasional

Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia

badge-check


					Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Perbesar

Paus Leo XIV melanjutkan rangkaian perjalanan pastoralnya di benua Afrika dengan mengunjungi Guinea Khatulistiwa. Kunjungan ini merupakan pemberhentian terakhir dalam misi apostolik pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut di wilayah Afrika.

Pesawat yang membawa Paus Leo XIV mendarat di Bandara Internasional Malabo pada Selasa, 21 April 2026. Kedatangan Paus Leo XIV disambut langsung oleh Presiden Guinea Khatulistiwa, Teodoro Obiang Nguema Mbasogo.

Peringatan Terhadap Perang dan Hukum Internasional

Dalam pidato pembukanya di hadapan para pejabat negara, Paus Leo XIV memberikan peringatan keras mengenai masa depan umat manusia yang saat ini dinilai berada dalam risiko besar. Ia menyoroti ancaman nyata yang muncul akibat peperangan yang terus bergejolak serta pengikisan terhadap hukum internasional yang seharusnya menjadi pelindung perdamaian dunia.

Kritik Atas Eksploitasi Sumber Daya Alam

Secara khusus, Paus juga mengecam praktik eksploitasi minyak dan sumber daya mineral yang terjadi di benua tersebut. Menurutnya, eksploitasi tersebut sering kali menjadi pemicu konflik dan menambah penderitaan bagi masyarakat setempat.

Selain melakukan pertemuan diplomatik, Paus Leo XIV juga memberikan perhatian pada sektor pendidikan. Ia mengunjungi Universitas Nasional untuk meresmikan kampus baru yang dibangun atas namanya.

Rangkaian kegiatan Paus akan berlanjut pada Rabu (22/4/2026), di mana ia dijadwalkan mengunjungi sebuah lembaga pemasyarakatan (penjara). Kunjungan ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya penegakan hak asasi manusia (HAM) serta mendorong semangat rekonsiliasi di negara tersebut.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Es di Antartika Tipis, Jenis Penguin yang Satu Ini Terancam Punah

21 April 2026 - 05:51 WITA

Sekjen PBB Sambut Baik Gencatan Senjata Lebanon-Israel, Dukung Upaya Damai

17 April 2026 - 05:29 WITA

Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan

14 April 2026 - 07:26 WITA

Astronot Artemis II Kembali ke Bumi Usai Misi Bersejarah Mengelilingi Bulan

13 April 2026 - 02:32 WITA

Perhimpunan Mahasiswa Gelar Bursa Kerja di Beijing, Gaet 1.300 Peminat

12 April 2026 - 03:37 WITA

Trending di Warta Internasional