Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

Warta Nusantara

Rupiah Terkapar, Dolar AS Tembus Rp16.670

badge-check


					Rupiah Terkapar, Dolar AS Tembus Rp16.670 Perbesar

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Rabu (24/9/2025).

Merujuk data Refinitiv, mata uang garuda dibuka terdepresiasi 0,06% ke posisi Rp16.670/US$. Setelah pada perdagangan kemarin, rupiah turut melemah 0,36% di level Rp16.660/US$ sekaligus mencatatkan level terlemahnya sejak April 2025.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) per pukul 09.00 WIB terpantau tengah mengalami penguatan 0,07% di level 97,332. Meski demikian, DXY sedang mengalami pelemahan dalam dua hari beruntun sejak awal pekan.

Pergerakan rupiah seiring dengan pelemahan indeks dolarAS.DXY turun karena pelaku pasar masih menaruh ekspektasi akan adanya dua kali lagi pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini.

Meski Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan nada hati-hati terkait prospek pelonggaran kebijakan, pasar tetap meyakini arah kebijakan moneter AS menuju pelonggaran lebih lanjut.

Powell menegaskan bank sentral harus menyeimbangkan risiko inflasi yang masih tinggi dengan pelemahan pasar tenaga kerja. Ia juga memperingatkan bahwa pelonggaran moneter yang terlalu cepat bisa memperburuk inflasi, sementara pengetatan berlebihan berpotensi merusak prospek ketenagakerjaan.

Sikap hati-hati ini sempat menahan penguatan aset berisiko, namun DXY kembali tertekan pada perdagangan kemarin, Selasa (23/9/2025) karena sentimen pasar lebih condong ke arah pemangkasan suku bunga.

Bagi rupiah, kondisi tersebut sebetulnya menjadi katalis positif. Investor akan cenderung kembali melirik aset berisiko,pasar keuangan Indonesia, yang menawarkan imbal hasil menarik. Dengan demikian, rupiah masih memiliki harapan penguatan pada hari ini, meski pelaku pasar tetap waspada terhadap data inflasi AS ke depan yang dapat mempengaruhi arah kebijakan moneter global.

Red~ IKN

Source: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara