Menu

Mode Gelap
Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak APH Diminta Segera Mengusut Tuntas Terkait Dugaan Penerbitan Memo Siluman untuk Kontrak Kuota Angkutan Batubara Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Delapan ASN Kemenaker terbukti peras 20 perusahaan izin TKA Rp130 M MPR: Komitmen bersama dibutuhkan demi wujudkan semangat Kartini Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu

Warta Nusantara

Rupiah Terkapar, Dolar AS Tembus Rp16.670

badge-check


					Rupiah Terkapar, Dolar AS Tembus Rp16.670 Perbesar

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Rabu (24/9/2025).

Merujuk data Refinitiv, mata uang garuda dibuka terdepresiasi 0,06% ke posisi Rp16.670/US$. Setelah pada perdagangan kemarin, rupiah turut melemah 0,36% di level Rp16.660/US$ sekaligus mencatatkan level terlemahnya sejak April 2025.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) per pukul 09.00 WIB terpantau tengah mengalami penguatan 0,07% di level 97,332. Meski demikian, DXY sedang mengalami pelemahan dalam dua hari beruntun sejak awal pekan.

Pergerakan rupiah seiring dengan pelemahan indeks dolarAS.DXY turun karena pelaku pasar masih menaruh ekspektasi akan adanya dua kali lagi pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini.

Meski Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan nada hati-hati terkait prospek pelonggaran kebijakan, pasar tetap meyakini arah kebijakan moneter AS menuju pelonggaran lebih lanjut.

Powell menegaskan bank sentral harus menyeimbangkan risiko inflasi yang masih tinggi dengan pelemahan pasar tenaga kerja. Ia juga memperingatkan bahwa pelonggaran moneter yang terlalu cepat bisa memperburuk inflasi, sementara pengetatan berlebihan berpotensi merusak prospek ketenagakerjaan.

Sikap hati-hati ini sempat menahan penguatan aset berisiko, namun DXY kembali tertekan pada perdagangan kemarin, Selasa (23/9/2025) karena sentimen pasar lebih condong ke arah pemangkasan suku bunga.

Bagi rupiah, kondisi tersebut sebetulnya menjadi katalis positif. Investor akan cenderung kembali melirik aset berisiko,pasar keuangan Indonesia, yang menawarkan imbal hasil menarik. Dengan demikian, rupiah masih memiliki harapan penguatan pada hari ini, meski pelaku pasar tetap waspada terhadap data inflasi AS ke depan yang dapat mempengaruhi arah kebijakan moneter global.

Red~ IKN

Source: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak

23 April 2026 - 13:30 WITA

Hasil Pemeriksaan BPK 2025: Soroti Menko Pangan-Menteri Kesehatan

22 April 2026 - 11:36 WITA

Teleponan dengan PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Urea ke Australia

22 April 2026 - 07:53 WITA

Media Asing Sorot Temuan Sumur Gas Raksasa RI

22 April 2026 - 07:23 WITA

KLH Kejar Denda 1.369 Perusahaan Biang Kerok Bencana

21 April 2026 - 05:56 WITA

Trending di Warta Nusantara