Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri berdoa di depan sumur Lubang Buaya, selepas upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (1/10/2025).
Doa dilakukan untuk menghormati para jenderal yang gugur dan meninggal di dalam sumur pada saat peristiwa G30S.

Momen terjadi ketika Prabowo yang didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda, Ketua DPR RI Puan Maharani, serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau Monumen Pancasila Sakti dan sumur Lubang Buaya.
Mulanya, Prabowo berjalan ke arah Sumur Lubang Buaya bersama para pendamping, termasuk Kapusjarah TNI Brigjen Stefie Jantje Nuhujanan.
Kepala Negara kemudian menaiki tangga mendekat ke arah sumur tersebut, diikuti oleh sejumlah pendamping. Setibanya di sana, ia terlihat berdiam sejenak di depan sumur, sedangkan Gibran berada tepat di belakang Prabowo.
Setelah beberapa saat, Kepala Negara lantas mengangkat kedua tangan untuk berdoa. Ia sempat memejamkan mata dan sedikit menundukkan kepala saat berdoa.
Saat itu, lagu “Gugur Bunga” berkumandang menghiasi suasana haru. Selesai berdoa, Prabowo membasuh muka dengan kedua tangannya.
Setelahnya, ia bersalaman dengan para pendamping sebelum akhirnya menyudahi rangkaian kegiatan di Hari Kesaktian Pancasila.
Adapun pada Hari Kesaktian Pancasila, Prabowo memimpin upacara di lapangan depan Monumen Pancasila Sakti.
Presiden Prabowo selaku Inspektur Upacara menerima laporan dari Komandan Upacara Kolonel Penerbang (Pnb) M. Amry Taufanny bahwa upacara siap dilaksanakan.
Selanjutnya, Inspektur Upacara memimpin peserta mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan negara yang telah gugur.
“Marilah kita sejenak mengenang arwah dan jasa-jasa para pahlawan revolusi dan para pendahulu kita yang telah berkorban untuk kedaulatan, kehormatan, kemerdekaan bangsa Indonesia dan untuk mempertahankan Pancasila. Mengheningkan cipta, mulai,” kata Prabowo, saat upacara berlangsung, Rabu.
Setelahnya, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani membacakan teks Pancasila dalam upacara tersebut, dilanjutkan dengan pembacaan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai. Lalu, pembacaan dan penandatanganan ikrar oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.
****









