Menu

Mode Gelap
Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak APH Diminta Segera Mengusut Tuntas Terkait Dugaan Penerbitan Memo Siluman untuk Kontrak Kuota Angkutan Batubara Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Delapan ASN Kemenaker terbukti peras 20 perusahaan izin TKA Rp130 M MPR: Komitmen bersama dibutuhkan demi wujudkan semangat Kartini Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu

Warta Nusantara

Menhan Boyong Sri Mulyani hingga Mentan Tinjau Batalyon Teritorial Pembangunan di Bekasi

badge-check


					Menhan Boyong Sri Mulyani hingga Mentan Tinjau Batalyon Teritorial Pembangunan di Bekasi Perbesar

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengajak sejumlah menteri Kabinet Merah Putih meninjau langsung Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 843/Patriot Yudha Vikasa di Wanajaya, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (20/8/2025).

Yonif TP ini diproyeksikan sebagai prototipe satuan teritorial yang ke depan akan menjadi acuan pembangunan 500 batalion serupa di seluruh Indonesia dalam lima tahun mendatang.

“Intinya Kementerian Pertahanan dan TNI memastikan bahwa Batalyon Teritorial Pembangunan akan mendukung program hilirisasi. Mengamankan program hilirisasi dan juga mengamankan program swasembada,” kata Menhan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Rabu, seusai kunjungan.

Sebarannya Para menteri yang diajak oleh Sjafrie adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Seusai kunjungan, Sri Mulyani menekankan pentingnya pemanfaatan aset negara secara produktif.

Ia menyebut lahan seluas 43 hektar yang digunakan untuk markas batalion ini tak hanya mendukung pertahanan dan keamanan, tetapi juga difungsikan untuk kegiatan pertanian, peternakan, hingga aktivitas ekonomi lain.

“Kegiatan ini memanfaatkan aset negara, menghidupkannya, menciptakan nilai tambah, serta menghadirkan persatuan antara TNI, masyarakat, dan perekonomian Indonesia,” kata Sri Mulyani.

Sementara itu, Andi Amran Sulaiman memuji konsep pertanian terintegrasi yang digagas dalam Yonif TP sebagai terobosan besar.

Menurut dia, model ini akan menjadi episentrum ekonomi baru sekaligus mendorong kesejahteraan petani.

“Ini kolaborasi antara Kementerian Pertahanan dan Pertanian. Ini akan menghasilkan nanti lompatan kesejahteraan petani yang lebih baik ke depan,” kata Amran.

Sementara, Budi Gunadi Sadikin menyoroti keberadaan kompi kesehatan dalam struktur Yonif TP. Ia menilai langkah ini strategis, baik untuk menghadapi ancaman biosecurity maupun memperkuat kesiapsiagaan bencana.

“Kompi kesehatan di tiap batalion akan menjalankan dua fungsi: pertahanan terhadap ancaman pandemi dan keamanan melalui respons cepat terhadap bencana alam maupun penyakit,” ujar Budi.

“Sehingga dua fungsi, baik pertahanan dan keamanan dari sektor kesehatan untuk menjaga keselamatan seluruh masyarakat Indonesia, itu kita bisa dibantu oleh TNI,” imbuh dia.

Yonif TP 843/Patriot Yudha Vikasa di Bekasi menjadi percontohan bagi model batalyon teritorial pembangunan.

Selain memadukan fungsi militer dan sipil, batalion ini juga dilengkapi dengan kompi pertanian serta kesehatan yang berperan penting dalam memperkuat ketahanan nasional.

Pemerintah menargetkan pembentukan 500 batalion serupa secara bertahap dalam lima tahun, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak

23 April 2026 - 13:30 WITA

Hasil Pemeriksaan BPK 2025: Soroti Menko Pangan-Menteri Kesehatan

22 April 2026 - 11:36 WITA

Teleponan dengan PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Urea ke Australia

22 April 2026 - 07:53 WITA

Media Asing Sorot Temuan Sumur Gas Raksasa RI

22 April 2026 - 07:23 WITA

KLH Kejar Denda 1.369 Perusahaan Biang Kerok Bencana

21 April 2026 - 05:56 WITA

Trending di Warta Nusantara