Menu

Mode Gelap
Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak APH Diminta Segera Mengusut Tuntas Terkait Dugaan Penerbitan Memo Siluman untuk Kontrak Kuota Angkutan Batubara Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Delapan ASN Kemenaker terbukti peras 20 perusahaan izin TKA Rp130 M MPR: Komitmen bersama dibutuhkan demi wujudkan semangat Kartini Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu

Warta Nusantara

Kemenkominfo: 2.333 Desa di Indonesia Belum Tersentuh Internet

badge-check


					Kemenkominfo: 2.333 Desa di Indonesia Belum Tersentuh Internet Perbesar

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa sebanyak 2.333 desa di Indonesia hingga kini belum memiliki koneksi internet. Kondisi ini menyoroti perlunya kolaborasi dari berbagai pihak untuk mengatasi kesenjangan digital tersebut.

“Angka ini kami yakini adalah target yang masuk akal jika kita semua bergabung tangan untuk menyelesaikan PR-PR ini bersama,” ujar Meutya saat memimpin upacara perayaan Hari Bhakti Postel ke-80 di Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu.

Meutya merinci bahwa dari jumlah tersebut, 2.017 desa masih hidup tanpa layanan 4G, dan 316 desa lainnya — yang mayoritas berupa ladang non-pemukiman — juga menghadapi situasi serupa.

Ia menilai tantangan ini sebagai tugas bersama untuk meningkatkan angka konektivitas Indonesia hingga menembus 80 persen. Menurutnya, upaya ini tidak sulit, mengingat semangat perjuangan yang ditunjukkan oleh Angkatan Muda Perusahaan Telepon dan Telegraf (AMPTT) pada 27 September 1945. Saat itu, dengan semangat kerja sama, mereka berhasil mengambil alih Perusahaan Telepon dan Telegraf (PTT) dari kekuasaan Jepang dan menyebarkan berita kemerdekaan Indonesia untuk pertama kali ke dunia.

“Kita akan dorong terus bersama dengan komitmen bahwa hari ini perjuangan belum selesai dengan semangat meneruskan segala perjuangan yang telah dilakukan angkatan muda dari Postel di tahun 1945,” tegasnya.

Di masa kini, upaya perbaikan tersebut juga mencakup peningkatan penetrasi fixed broadband rumah tangga, yang angka konektivitasnya saat ini masih 27,4 persen. Selain itu, pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang berdaulat juga menjadi strategi penting dalam memperkokoh pertahanan nasional, terutama mengingat dinamika geopolitik dan risiko lumpuhnya infrastruktur telekomunikasi akibat konflik antarnegara.

Meutya turut menegaskan bahwa digitalisasi adalah motor penggerak utama untuk mendukung target Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke angka delapan persen.

Sebagai wujud komitmen, acara tersebut ditutup dengan penandatanganan deklarasi bersama oleh sejumlah pelaku industri informasi, komunikasi, dan telekomunikasi (ICT) serta digital. Deklarasi ini bertujuan untuk mempercepat digitalisasi dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Pelaku industri yang menandatangani deklarasi tersebut meliputi PT. Telkom Indonesia Tbk., PT. Telkomsel, PT. Indosat Tbk., PT. XLSmart Tbk., Huawei Indonesia, Ericsson Indonesia, Aspimtel, Mastel, APJII, APJATEL, ASKALSI, ATSI, ASIOTI, INDOTELKO, Pos Indonesia, Bakti Komdigi, hingga Pandi.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak

23 April 2026 - 13:30 WITA

Hasil Pemeriksaan BPK 2025: Soroti Menko Pangan-Menteri Kesehatan

22 April 2026 - 11:36 WITA

Teleponan dengan PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Urea ke Australia

22 April 2026 - 07:53 WITA

Media Asing Sorot Temuan Sumur Gas Raksasa RI

22 April 2026 - 07:23 WITA

KLH Kejar Denda 1.369 Perusahaan Biang Kerok Bencana

21 April 2026 - 05:56 WITA

Trending di Warta Nusantara