Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

Warta Nusantara

Kemenkominfo: 2.333 Desa di Indonesia Belum Tersentuh Internet

badge-check


					Kemenkominfo: 2.333 Desa di Indonesia Belum Tersentuh Internet Perbesar

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa sebanyak 2.333 desa di Indonesia hingga kini belum memiliki koneksi internet. Kondisi ini menyoroti perlunya kolaborasi dari berbagai pihak untuk mengatasi kesenjangan digital tersebut.

“Angka ini kami yakini adalah target yang masuk akal jika kita semua bergabung tangan untuk menyelesaikan PR-PR ini bersama,” ujar Meutya saat memimpin upacara perayaan Hari Bhakti Postel ke-80 di Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu.

Meutya merinci bahwa dari jumlah tersebut, 2.017 desa masih hidup tanpa layanan 4G, dan 316 desa lainnya — yang mayoritas berupa ladang non-pemukiman — juga menghadapi situasi serupa.

Ia menilai tantangan ini sebagai tugas bersama untuk meningkatkan angka konektivitas Indonesia hingga menembus 80 persen. Menurutnya, upaya ini tidak sulit, mengingat semangat perjuangan yang ditunjukkan oleh Angkatan Muda Perusahaan Telepon dan Telegraf (AMPTT) pada 27 September 1945. Saat itu, dengan semangat kerja sama, mereka berhasil mengambil alih Perusahaan Telepon dan Telegraf (PTT) dari kekuasaan Jepang dan menyebarkan berita kemerdekaan Indonesia untuk pertama kali ke dunia.

“Kita akan dorong terus bersama dengan komitmen bahwa hari ini perjuangan belum selesai dengan semangat meneruskan segala perjuangan yang telah dilakukan angkatan muda dari Postel di tahun 1945,” tegasnya.

Di masa kini, upaya perbaikan tersebut juga mencakup peningkatan penetrasi fixed broadband rumah tangga, yang angka konektivitasnya saat ini masih 27,4 persen. Selain itu, pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang berdaulat juga menjadi strategi penting dalam memperkokoh pertahanan nasional, terutama mengingat dinamika geopolitik dan risiko lumpuhnya infrastruktur telekomunikasi akibat konflik antarnegara.

Meutya turut menegaskan bahwa digitalisasi adalah motor penggerak utama untuk mendukung target Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke angka delapan persen.

Sebagai wujud komitmen, acara tersebut ditutup dengan penandatanganan deklarasi bersama oleh sejumlah pelaku industri informasi, komunikasi, dan telekomunikasi (ICT) serta digital. Deklarasi ini bertujuan untuk mempercepat digitalisasi dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Pelaku industri yang menandatangani deklarasi tersebut meliputi PT. Telkom Indonesia Tbk., PT. Telkomsel, PT. Indosat Tbk., PT. XLSmart Tbk., Huawei Indonesia, Ericsson Indonesia, Aspimtel, Mastel, APJII, APJATEL, ASKALSI, ATSI, ASIOTI, INDOTELKO, Pos Indonesia, Bakti Komdigi, hingga Pandi.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara