Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Nusantara

Kalteng Alami Masalah Distribusi Nakes, Dokter Gigi di Puskesmas Masih Sedikit

badge-check


					Kalteng Alami Masalah Distribusi Nakes, Dokter Gigi di Puskesmas Masih Sedikit Perbesar

Distribusi tenaga kesehatan (nakes) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga kini masih belum merata. Lebih dari 50 persen puskesmas di wilayah tersebut belum memiliki dokter gigi, sehingga pelayanan kesehatan di lapangan belum optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan, persoalan distribusi tenaga kesehatan merupakan masalah umum di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kalteng.

“Dari 207 puskesmas kami, yang punya dokter gigi hanya 100 puskesmas, kemudian kalau diturunkan menjadi apoteker, itu akan lebih sedikit lagi, sehingga ini menjadi tantangan kami,” ujar Suyuti di Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Senin (6/10/2025).

Suyuti menjelaskan, pemenuhan sembilan jenis tenaga kesehatan yang diwajibkan berada di setiap puskesmas masih terkendala. Berdasarkan peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes), sembilan tenaga tersebut meliputi dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, ahli teknologi laboratorium medik, apoteker, dan tenaga gizi.

Masalah Distribusi, Bukan Jumlah Menurut Suyuti, kekurangan dokter gigi maupun tenaga spesialis tidak semata karena jumlah lulusan yang terbatas, tetapi lebih pada masalah distribusi yang tidak merata.

“Kita harus bicara distribusi yang baik, perlu ada mekanisme insentif dari pemerintah pusat dan daerah, kemudian rencana karier ke depan,” tambahnya.

Selain memperbaiki sistem distribusi, Dinas Kesehatan Kalteng juga menyiapkan program bantuan beasiswa untuk pendidikan dokter spesialis.

“Tetapi beasiswa ini hanya terbatas untuk rumah sakit provinsi, maka dari itu rumah sakit kabupaten/kota juga perlu menyiapkan beasiswa,” jelasnya.

Dengan langkah tersebut, diharapkan ke depan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kalteng dapat berjalan lebih merata dan menjangkau masyarakat hingga pelosok.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang

19 Oktober 2026 - 03:01 WITA

Presiden Prabowo Instruksikan Transformasi Menyeluruh PLN, Fokus Efisiensi dan Percepat Energi Surya 100 GW

16 Oktober 2026 - 02:52 WITA

Pemerintah Intensifkan Penanganan Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Dioptimalkan

14 Oktober 2026 - 07:21 WITA

Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama

12 Oktober 2026 - 05:13 WITA

Presiden Prabowo Sambut Presiden Mesir El-Sisi dengan Upacara Kenegaraan di Istana Merdeka

11 Oktober 2026 - 07:29 WITA

Trending di Warta Nusantara