Menu

Mode Gelap
Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak APH Diminta Segera Mengusut Tuntas Terkait Dugaan Penerbitan Memo Siluman untuk Kontrak Kuota Angkutan Batubara Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Delapan ASN Kemenaker terbukti peras 20 perusahaan izin TKA Rp130 M MPR: Komitmen bersama dibutuhkan demi wujudkan semangat Kartini Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu

Warta Nusantara

Kalteng Alami Masalah Distribusi Nakes, Dokter Gigi di Puskesmas Masih Sedikit

badge-check


					Kalteng Alami Masalah Distribusi Nakes, Dokter Gigi di Puskesmas Masih Sedikit Perbesar

Distribusi tenaga kesehatan (nakes) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga kini masih belum merata. Lebih dari 50 persen puskesmas di wilayah tersebut belum memiliki dokter gigi, sehingga pelayanan kesehatan di lapangan belum optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan, persoalan distribusi tenaga kesehatan merupakan masalah umum di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kalteng.

“Dari 207 puskesmas kami, yang punya dokter gigi hanya 100 puskesmas, kemudian kalau diturunkan menjadi apoteker, itu akan lebih sedikit lagi, sehingga ini menjadi tantangan kami,” ujar Suyuti di Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Senin (6/10/2025).

Suyuti menjelaskan, pemenuhan sembilan jenis tenaga kesehatan yang diwajibkan berada di setiap puskesmas masih terkendala. Berdasarkan peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes), sembilan tenaga tersebut meliputi dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, ahli teknologi laboratorium medik, apoteker, dan tenaga gizi.

Masalah Distribusi, Bukan Jumlah Menurut Suyuti, kekurangan dokter gigi maupun tenaga spesialis tidak semata karena jumlah lulusan yang terbatas, tetapi lebih pada masalah distribusi yang tidak merata.

“Kita harus bicara distribusi yang baik, perlu ada mekanisme insentif dari pemerintah pusat dan daerah, kemudian rencana karier ke depan,” tambahnya.

Selain memperbaiki sistem distribusi, Dinas Kesehatan Kalteng juga menyiapkan program bantuan beasiswa untuk pendidikan dokter spesialis.

“Tetapi beasiswa ini hanya terbatas untuk rumah sakit provinsi, maka dari itu rumah sakit kabupaten/kota juga perlu menyiapkan beasiswa,” jelasnya.

Dengan langkah tersebut, diharapkan ke depan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kalteng dapat berjalan lebih merata dan menjangkau masyarakat hingga pelosok.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak

23 April 2026 - 13:30 WITA

Hasil Pemeriksaan BPK 2025: Soroti Menko Pangan-Menteri Kesehatan

22 April 2026 - 11:36 WITA

Teleponan dengan PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Urea ke Australia

22 April 2026 - 07:53 WITA

Media Asing Sorot Temuan Sumur Gas Raksasa RI

22 April 2026 - 07:23 WITA

KLH Kejar Denda 1.369 Perusahaan Biang Kerok Bencana

21 April 2026 - 05:56 WITA

Trending di Warta Nusantara