Menu

Mode Gelap
Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo Nilai ekonomi jamu tembus Rp1,2 triliun, BPOM dorong inovasi herbal Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana IOM serukan penguatan koordinasi lintas batas tekan wabah Ebola Timnas Basket U18 Putri Indonesia kalahkan Singapura KPK Sita Dolar dan Emas dalam OTT Kepala Imigrasi Jakarta Barat

Warta Nusantara

Resmikan Museum Marsinah, Presiden Prabowo: Panglima TNI, Kapolri, saya tidak mau dengar lagi ada aparat yang tidak menegakkan hukum keadilan dan kebenaran

badge-check


					Resmikan Museum Marsinah, Presiden Prabowo: Panglima TNI, Kapolri, saya tidak mau dengar lagi ada aparat yang tidak menegakkan hukum keadilan dan kebenaran Perbesar

Jatim, infokatulistiwanews.com – Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran TNI dan Polri terus melakukan pembenahan internal serta membersihkan institusi dari praktik penyelewengan dan dukungan terhadap aktivitas ilegal.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Di hadapan pejabat daerah, aparat keamanan, dan ribuan buruh, Prabowo menegaskan dirinya tidak ingin lagi mendengar ada aparat yang melindungi pelanggaran hukum.

“Panglima TNI, Kapolri, saya tidak mau dengar lagi ada aparat yang tidak menegakkan hukum keadilan dan kebenaran. Tidak boleh backing macam-macam,” kata Presiden dalam peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Prabowo secara khusus meminta jajaran Kepolisian RI dan TNI untuk terus melakukan perbaikan dan menghilangkan penyelewengan serta korupsi dari tubuh instansi masing-masing.

“Seluruh aparat harus memperbaiki diri, harus membersihkan diri, harus berani koreksi, jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan, aparat yang backing penyelewengan, aparat yang backing penyelundupan, backing narkoba, backing judi, backing ilegal ini itu. Jangan sampai begitu,” kata Prabowo mengingatkan.

Mengatasnamakan rakyat, Kepala Negara meminta agar Polri dan TNI menjadi polisi dan tentara rakyat.

Terkait hal itu, Kepala Negara menyoroti bahwa upaya perbaikan terus dilaksanakan oleh pemimpin di masing-masing instansi tersebut. Dengan berbagai upaya terus dilakukan oleh Polri dan TNI untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

Sebagai contoh, Presiden menggarisbawahi peran kedua lembaga tersebut dalam mendukung upaya swasembada pangan termasuk terjun langsung ke sawah dan ladang.

“Inilah saya katakan TNI adalah tentara rakyat, polisi kita harus jadi polisi rakyat, dan ini yang sedang dirintis oleh pimpinan-pimpinan Kepolisian sekarang,” ungkap, Prabowo Subianto.

Red~ IKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BMKG prakirakan potensi gelombang hingga 4 meter di perairan selatan

3 Juni 2026 - 06:25 WITA

BPS: Neraca dagang RI Januari-April 2026 surplus 5,64 miliar dolar AS

2 Juni 2026 - 05:58 WITA

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Pancasila yang Berkeadilan

1 Juni 2026 - 07:02 WITA

Tanah Ambles, Air Laut Naik, BRIN: Kawasan Pantura Jawa Semakin Terancam Tenggelam

31 Mei 2026 - 06:20 WITA

LAN: ASN harus jadi teladan etika digital berdasarkan Pancasila

30 Mei 2026 - 01:40 WITA

Trending di Warta Nusantara