Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Nusantara

LAN: ASN harus jadi teladan etika digital berdasarkan Pancasila

badge-check


					LAN: ASN harus jadi teladan etika digital berdasarkan Pancasila Perbesar

Lembaga Administrasi Negara (LAN) menekankan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadi teladan etika digital dalam menjaga kohesi sosial berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN RI Agus Sudrajat mengatakan di era media sosial, masyarakat mudah terpengaruh hoaks, ujaran kebencian, polarisasi, dan konflik identitas yang dapat mengancam persatuan nasional.

“ASN harus menjadi teladan etika digital, agen literasi publik, dan juga penyebar informasi yang benar,” kata Agus dalam webinar internasional menyambut Hari Lahir Pancasila secara daring di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, mandat ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara yang memosisikan ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa.

Pancasila, lanjut dia, menjadi fondasi moral dan ideologis bagi ASN dalam menjalankan tugas di tengah keberagaman Indonesia yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau, 1.300 kelompok etnis, ratusan bahasa daerah, serta keberagaman agama dan budaya.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai dinamika sosial muncul di ruang digital, seperti polarisasi politik, penyebaran hoaks, hingga konflik sosial. Kondisi ini bisa melemahkan kohesi sosial secara perlahan.

Oleh sebab itu, Agus mengingatkan ASN mesti mengambil peran menjadi perekat sosial, agen moderasi dan toleransi, penggerak pelayanan publik inklusif, serta motor transformasi birokrasi yang berorientasi pada persatuan nasional.

“ASN tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga memegang mandat kebangsaan sebagai perekat dan pemersatu bangsa,” ucapnya.

Sebagai perekat dan pemersatu bangsa, ASN harus mampu membangun harmonisasi, menjaga komunikasi sosial, menyelesaikan konflik, serta memperkuat kolaborasi masyarakat.

Di samping itu, ASN juga bertanggung jawab menjaga integrasi nasional dengan memastikan seluruh masyarakat memperoleh pelayanan yang sama. ASN harus menjamin pelayanan publik yang adil.

“ASN wajib memastikan bahwa pelayanan diberikan tanpa membedakan agama, suku, ras, pilihan politik, maupun status sosial,” katanya.

LAN RI, imbuh Agus, terus memperkuat kompetensi ASN melalui transformasi sistem pembelajaran yang adaptif dan aplikatif dengan fokus utama internalisasi nilai-nilai kebangsaan dan bela negara.

“Pelatihan ASN tidak lagi sekadar menghasilkan jumlah. ASN sebagai perekat pemersatu bangsa merupakan mandat strategis negara untuk menjaga integrasi nasional, stabilitas pemerintah, dan juga persatuan Indonesia,” katanya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang

19 Oktober 2026 - 03:01 WITA

Presiden Prabowo Instruksikan Transformasi Menyeluruh PLN, Fokus Efisiensi dan Percepat Energi Surya 100 GW

16 Oktober 2026 - 02:52 WITA

Pemerintah Intensifkan Penanganan Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Dioptimalkan

14 Oktober 2026 - 07:21 WITA

Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama

12 Oktober 2026 - 05:13 WITA

Presiden Prabowo Sambut Presiden Mesir El-Sisi dengan Upacara Kenegaraan di Istana Merdeka

11 Oktober 2026 - 07:29 WITA

Trending di Warta Nusantara