Menu

Mode Gelap
Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

Warta Nusantara

BMKG prakirakan potensi gelombang hingga 4 meter di perairan selatan

badge-check


					BMKG prakirakan potensi gelombang hingga 4 meter di perairan selatan Perbesar

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi gelombang tinggi dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 4 meter di wilayah perairan bagian selatan Indonesia.

Plt. Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala Putra dalam keterangan di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa konsentrasi gelombang tinggi tersebut diprakirakan berlangsung selama tiga hari, pada 3 hingga 6 Juni 2026.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Banda,” kata dia.

Dia menjelaskan, fenomena ini didorong oleh pergerakan pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan yang berembus secara konstan dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 6 sampai 25 knot.

Berdasarkan peta sebaran risiko, potensi gelombang hingga empat meter tersebut berpeluang melanda sepanjang koridor Samudra Hindia bagian barat Sumatra, khususnya di perairan Bengkulu dan Lampung.

Selain Sumatra, risiko serupa juga membentang luas di kawasan perairan Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga wilayah Jawa Timur.

Sistem pemantauan BMKG menunjukkan pergerakan gelombang tinggi ini terus mengarah ke timur hingga mencapai wilayah perairan Samudra Hindia selatan Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Terkait konsentrasi sebaran gelombang tinggi di wilayah selatan tersebut, BMKG meminta seluruh elemen masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran nasional di daerah-daerah tersebut untuk tetap bersiaga memitigasi dampak buruk yang mungkin timbul.

“Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran,” kata dia.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Khidmat dan Penuh Makna, Presiden Prabowo Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka

17 Agustus 2026 - 11:29 WITA

Trending di Warta Nusantara