Menu

Mode Gelap
Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak APH Diminta Segera Mengusut Tuntas Terkait Dugaan Penerbitan Memo Siluman untuk Kontrak Kuota Angkutan Batubara Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Delapan ASN Kemenaker terbukti peras 20 perusahaan izin TKA Rp130 M MPR: Komitmen bersama dibutuhkan demi wujudkan semangat Kartini Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu

Warta Daerah

Pelayanan RSUD Kembali Normal Pasca-Aksi Mogok Tenaga Medis Aceh Besar

badge-check


					Pelayanan RSUD Kembali Normal Pasca-Aksi Mogok Tenaga Medis Aceh Besar Perbesar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar memastikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat kembali normal, setelah sempat terganggu akibat aksi mogok kerja yang dilakukan tenaga medis sehari sebelumnya.

Untuk memastikan kondisi tersebut, Asisten III Sekdakab Aceh Besar, Abdullah SSos, bersama Kepala Bagian Hukum, Rafzan Amin SH MM, turun meninjau rumah sakit tersebut, Selasa (21/4/2026).

Dalam peninjauan itu, Abdullah menyatakan bahwa seluruh layanan di RSUD Aceh Besar kini telah berjalan sebagaimana mestinya. Para dokter, baik spesialis maupun umum, sudah kembali bertugas dan melayani pasien.

“Hari ini pelayanan sudah normal kembali. Kami juga telah berkomunikasi langsung dengan para dokter, dan Alhamdulillah mereka sudah bekerja seperti biasa,” ujarnya.

Dikatakan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan seluruh unit layanan sudah beroperasi optimal, mulai dari poli rawat jalan, rawat inap, hingga Unit Gawat Darurat (UGD). Hal ini menandakan pelayanan rumah sakit mulai stabil setelah sempat terganggu.

Terkait ketersediaan obat, Abdullah menyebutkan, secara umum stok obat dalam kondisi aman dan mencukupi. Namun, beberapa jenis obat tertentu masih terbatas karena proses pengadaan dan distribusi yang membutuhkan waktu. “Secara umum stok obat aman. Hanya ada beberapa jenis obat yang masih terbatas karena proses pemesanan dan distribusi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, persoalan jasa medis (jasmed) dan klaim BPJS menjadi salah satu pemicu aksi mogok sebelumnya. Selain itu, penyesuaian regulasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga tengah dilakukan sebagai bagian dari pembenahan sistem keuangan rumah sakit.

“Untuk jasmed dan BPJS, saat ini sedang kita upayakan penyelesaiannya, begitu juga dengan penyesuaian regulasi BLUD. Namun semua ini membutuhkan proses administrasi dan tidak bisa diselesaikan secara instan,” tambahnya.

Sementara itu,  Kepala Bagian Hukum Setdakab Aceh Besar, Rafzan Amin, mengimbau seluruh tenaga kesehatan untuk tetap bersabar dan menjaga profesionalitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Insya Allah sebelum April berakhir, kita upayakan persoalan ini segera selesai. Kami berharap nakes tetap fokus memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur RSUD Aceh Besar, dr Bunaiya Putra MKM, memberikan klarifikasi terkait isu kekosongan obat yang sempat beredar. Ia menegaskan, hanya beberapa jenis obat tertentu yang terbatas, seperti insulin dan obat khusus lainnya.

“Ada obat pengganti dengan kandungan yang sama, namun tidak semua pasien cocok dengan merek berbeda. Ini menjadi perhatian kami dan sudah kami laporkan ke dinas terkait,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak rumah sakit terus berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan obat sesuai kebutuhan pasien, terutama bagi kasus yang membutuhkan terapi khusus.

Meski sempat terjadi gangguan, dr Bunaiya memastikan seluruh layanan kini telah kembali normal, baik di poli, rawat inap, maupun layanan penunjang lainnya.

“Alhamdulillah hari ini semua layanan sudah berjalan kembali. Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

APH Diminta Segera Mengusut Tuntas Terkait Dugaan Penerbitan Memo Siluman untuk Kontrak Kuota Angkutan Batubara

23 April 2026 - 13:28 WITA

Didukung Para Pengurus yang Profesional di Bidangnya, Arly Dondokambey: KTNA Sulut Merupakan (Agent of Change) Demi Meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Nelayan

20 April 2026 - 14:21 WITA

Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan

18 April 2026 - 07:01 WITA

Dikonfirmasi Dugaan Proyek Tidak Sesuai Spek, Kadiskes Sukamara, Ari Junita Bungkam

17 April 2026 - 05:27 WITA

Hari Seni Sedunia 2026 Jadi Penguat Solidaritas dan Ekonomi Kreatif

17 April 2026 - 05:16 WITA

Trending di Warta Daerah