Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Teken Perpres Kesehatan, Atur Integrasi Layanan dari Pusat hingga Desa Rossa Sebut Nama Baiknya Dijadikan Ajang Cari Cuan Clickbait Lewat Link Afiliasi Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan Harga BBM Pertamina Naik, Pertamax Turbo Melejit Jadi Rp19.400 Potret Gereja Pertama IKN, Ada Makna di Balik Desain Indahnya Komisi IX DPR RI Dorong Optimalisasi Program Magang untuk Kurangi Pengangguran Sarjana

Warta Daerah

Hari Seni Sedunia 2026 Jadi Penguat Solidaritas dan Ekonomi Kreatif

badge-check


					Hari Seni Sedunia 2026 Jadi Penguat Solidaritas dan Ekonomi Kreatif Perbesar

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan seni sebagai ruang ekspresi, sekaligus perekat sosial yang mampu menumbuhkan kreativitas, memperkuat kebersamaan, dan menjaga keberagaman budaya.

Ajakan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Seni Sedunia (World Art Day) 2026, yang tahun ini mengusung tema “Taman Ekspresi: Memupuk Komunitas Melalui Seni” (A Garden of Expression: Cultivating Community Through Art).

Menurut Khofifah, tema tersebut menggambarkan seni sebagai ruang hidup yang tumbuh melalui keberagaman ekspresi dan kolaborasi antarindividu maupun komunitas.

“Hari Seni Sedunia menjadi momentum penting untuk meneguhkan bahwa seni bukan sekadar ekspresi estetika, tetapi juga ruang bersama yang menumbuhkan kreativitas, memperkuat solidaritas sosial, serta merawat keberagaman budaya,” ujarnya, Rabu, 15 April 2026.

Khofifah menegaskan, seni memiliki peran strategis dalam membangun peradaban yang inklusif dan berkelanjutan. Selain sebagai media ekspresi, seni juga menjadi sarana edukasi, komunikasi, dan penguat dialog antarbudaya.

“Seni mampu menjembatani perbedaan, membuka ruang dialog, dan mempererat hubungan antarmasyarakat. Inilah kekuatan seni sebagai bahasa universal,” tegasnya.

Dalam konteks pembangunan daerah, Khofifah menilai seni juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, memperkuat identitas budaya lokal, serta meningkatkan kualitas pendidikan.

Ia menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang mendukung kebebasan berekspresi bagi para pelaku seni agar kreativitas dapat terus berkembang.

“Jika ruang berekspresi dijaga dan pelaku seni didukung, maka seni akan menjadi kekuatan dalam mewujudkan masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadaban,”ungkapnya.

Khofifah juga mendorong penguatan pendidikan seni di sekolah sebagai upaya membentuk generasi yang kreatif, inovatif, dan berkarakter.

“Pendidikan seni tidak hanya membentuk keterampilan, tetapi juga menumbuhkan empati dan cara berpikir kreatif,” terangnya.

Khofifah juga mengajak masyarakat Jawa Timur untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seni, seperti pameran, diskusi, lokakarya, hingga pertunjukan budaya.

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mendekatkan seni dengan masyarakat sekaligus mengapresiasi para seniman,” pungkasnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan

18 April 2026 - 07:01 WITA

Dikonfirmasi Dugaan Proyek Tidak Sesuai Spek, Kadiskes Sukamara, Ari Junita Bungkam

17 April 2026 - 05:27 WITA

Disinyalir Terdapat Penyalahgunaan Anggaran TA 2023-2024 di PUPRPRKP Sukamara, APH Didesak Segera Usut Tuntas

16 April 2026 - 08:06 WITA

Satgas PKH Diminta Segera Tindak Tegas Terkait Operasional PT KBP di Barsel yang Diduga Ilegal

16 April 2026 - 05:54 WITA

KNPI Samarinda Soroti Nasib Pelayanan Kesehatan 49 Ribu Warga Miskin

15 April 2026 - 06:01 WITA

Trending di Warta Daerah