Menu

Mode Gelap
Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak APH Diminta Segera Mengusut Tuntas Terkait Dugaan Penerbitan Memo Siluman untuk Kontrak Kuota Angkutan Batubara Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Delapan ASN Kemenaker terbukti peras 20 perusahaan izin TKA Rp130 M MPR: Komitmen bersama dibutuhkan demi wujudkan semangat Kartini Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu

Warta Nusantara

Terungkap! Timah Ilegal RI Ternyata Diolah di Smelter Malaysia

badge-check


					Terungkap! Timah Ilegal RI Ternyata Diolah di Smelter Malaysia Perbesar

Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) membeberkan bahwa Indonesia menyelundupkan timah ke Malaysia bahkan mencapai 12.000 ton per tahun. Timah tersebut digunakan untuk memasok smelter di Malaysia.

Ketua Umum AETI Harwendro Adityo Dewanto mengungkapkan bahwa Malaysia secara terbuka mengakui menerima pasokan ore timah dari Indonesia yang diduga berasal dari jalur ilegal.

“Malaysia sendiri mengakui kepada kita bahwa dia mendapat suplai timah, ore timah itu dari Indonesia itu sebanyak seribu ton per bulan,” jelas Harwendro kepada CNBC Indonesia dalam program Mining Zone, dikutip Jumat (3/10/2025).

Jika dikalikan selama satu tahun, jumlah tersebut mencapai sekitar 12 ribu ton. Jika dikonversikan menjadi timah batangan (ingot) dan dengan harga timah saat ini, nilai ekonominya ditaksir mencapai Rp45 hingga Rp47 triliun per tahun.

Hal itu dinilai menjadi kerugian besar bagi negara, karena ekspor dilakukan di luar mekanisme resmi dan tidak tercatat sebagai penerimaan negara.

“Saya dengar langsung dari Malaysia Smelting Company bahwa dia mendapatkan ore dari kita, dari Indonesia,” bebernya.

Tidak hanya merugikan dari sisi ekonomi, tetapi juga memperburuk citra Indonesia di mata internasional. Bahkan beberapa perwakilan dari International Tin Association sempat datang ke Indonesia untuk meminta penjelasan soal maraknya penyelundupan timah ke luar negeri.

Menanggapi situasi tersebut, Harwendro mengimbau agar komunitas internasional ikut mengambil sikap. Dia menegaskan perlunya kerja sama lintas negara untuk menghentikan pembelian timah dari jalur ilegal.

“Tentunya saya sampaikan bahwa ayolah kita dunia sama-sama bergandengan, supaya praktik-praktik seperti ini tidak terjadi,” ujarnya.

Dia menilai, jika praktik tersebut terus dibiarkan, industri resmi dalam negeri akan terus dirugikan, sementara penyelundup justru mendapatkan keuntungan besar tanpa kontribusi apa pun terhadap negara.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak

23 April 2026 - 13:30 WITA

Hasil Pemeriksaan BPK 2025: Soroti Menko Pangan-Menteri Kesehatan

22 April 2026 - 11:36 WITA

Teleponan dengan PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Urea ke Australia

22 April 2026 - 07:53 WITA

Media Asing Sorot Temuan Sumur Gas Raksasa RI

22 April 2026 - 07:23 WITA

KLH Kejar Denda 1.369 Perusahaan Biang Kerok Bencana

21 April 2026 - 05:56 WITA

Trending di Warta Nusantara