Menu ✖

Mode Gelap
Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Investasi Rp3.923,2 Triliun Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja Juan Azmi Bawa Film Laga Indonesia Menembus Panggung Dunia Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya Satu Tahun di Afrika Tengah, 140 Personel FPU 7 Raih Penghargaan atas Misi Perdamaian Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru

Warta Nusantara

Terungkap! Timah Ilegal RI Ternyata Diolah di Smelter Malaysia

badge-check


					Terungkap! Timah Ilegal RI Ternyata Diolah di Smelter Malaysia Perbesar

Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) membeberkan bahwa Indonesia menyelundupkan timah ke Malaysia bahkan mencapai 12.000 ton per tahun. Timah tersebut digunakan untuk memasok smelter di Malaysia.

Ketua Umum AETI Harwendro Adityo Dewanto mengungkapkan bahwa Malaysia secara terbuka mengakui menerima pasokan ore timah dari Indonesia yang diduga berasal dari jalur ilegal.

“Malaysia sendiri mengakui kepada kita bahwa dia mendapat suplai timah, ore timah itu dari Indonesia itu sebanyak seribu ton per bulan,” jelas Harwendro kepada CNBC Indonesia dalam program Mining Zone, dikutip Jumat (3/10/2025).

Jika dikalikan selama satu tahun, jumlah tersebut mencapai sekitar 12 ribu ton. Jika dikonversikan menjadi timah batangan (ingot) dan dengan harga timah saat ini, nilai ekonominya ditaksir mencapai Rp45 hingga Rp47 triliun per tahun.

Hal itu dinilai menjadi kerugian besar bagi negara, karena ekspor dilakukan di luar mekanisme resmi dan tidak tercatat sebagai penerimaan negara.

“Saya dengar langsung dari Malaysia Smelting Company bahwa dia mendapatkan ore dari kita, dari Indonesia,” bebernya.

Tidak hanya merugikan dari sisi ekonomi, tetapi juga memperburuk citra Indonesia di mata internasional. Bahkan beberapa perwakilan dari International Tin Association sempat datang ke Indonesia untuk meminta penjelasan soal maraknya penyelundupan timah ke luar negeri.

Menanggapi situasi tersebut, Harwendro mengimbau agar komunitas internasional ikut mengambil sikap. Dia menegaskan perlunya kerja sama lintas negara untuk menghentikan pembelian timah dari jalur ilegal.

“Tentunya saya sampaikan bahwa ayolah kita dunia sama-sama bergandengan, supaya praktik-praktik seperti ini tidak terjadi,” ujarnya.

Dia menilai, jika praktik tersebut terus dibiarkan, industri resmi dalam negeri akan terus dirugikan, sementara penyelundup justru mendapatkan keuntungan besar tanpa kontribusi apa pun terhadap negara.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Investasi Rp3.923,2 Triliun Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja

20 Oktober 2026 - 03:37 WITA

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang

19 Oktober 2026 - 03:01 WITA

Presiden Prabowo Instruksikan Transformasi Menyeluruh PLN, Fokus Efisiensi dan Percepat Energi Surya 100 GW

16 Oktober 2026 - 02:52 WITA

Pemerintah Intensifkan Penanganan Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Dioptimalkan

14 Oktober 2026 - 07:21 WITA

Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama

12 Oktober 2026 - 05:13 WITA

Trending di Warta Nusantara