Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

Warta Nusantara

Terungkap! Timah Ilegal RI Ternyata Diolah di Smelter Malaysia

badge-check


					Terungkap! Timah Ilegal RI Ternyata Diolah di Smelter Malaysia Perbesar

Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) membeberkan bahwa Indonesia menyelundupkan timah ke Malaysia bahkan mencapai 12.000 ton per tahun. Timah tersebut digunakan untuk memasok smelter di Malaysia.

Ketua Umum AETI Harwendro Adityo Dewanto mengungkapkan bahwa Malaysia secara terbuka mengakui menerima pasokan ore timah dari Indonesia yang diduga berasal dari jalur ilegal.

“Malaysia sendiri mengakui kepada kita bahwa dia mendapat suplai timah, ore timah itu dari Indonesia itu sebanyak seribu ton per bulan,” jelas Harwendro kepada CNBC Indonesia dalam program Mining Zone, dikutip Jumat (3/10/2025).

Jika dikalikan selama satu tahun, jumlah tersebut mencapai sekitar 12 ribu ton. Jika dikonversikan menjadi timah batangan (ingot) dan dengan harga timah saat ini, nilai ekonominya ditaksir mencapai Rp45 hingga Rp47 triliun per tahun.

Hal itu dinilai menjadi kerugian besar bagi negara, karena ekspor dilakukan di luar mekanisme resmi dan tidak tercatat sebagai penerimaan negara.

“Saya dengar langsung dari Malaysia Smelting Company bahwa dia mendapatkan ore dari kita, dari Indonesia,” bebernya.

Tidak hanya merugikan dari sisi ekonomi, tetapi juga memperburuk citra Indonesia di mata internasional. Bahkan beberapa perwakilan dari International Tin Association sempat datang ke Indonesia untuk meminta penjelasan soal maraknya penyelundupan timah ke luar negeri.

Menanggapi situasi tersebut, Harwendro mengimbau agar komunitas internasional ikut mengambil sikap. Dia menegaskan perlunya kerja sama lintas negara untuk menghentikan pembelian timah dari jalur ilegal.

“Tentunya saya sampaikan bahwa ayolah kita dunia sama-sama bergandengan, supaya praktik-praktik seperti ini tidak terjadi,” ujarnya.

Dia menilai, jika praktik tersebut terus dibiarkan, industri resmi dalam negeri akan terus dirugikan, sementara penyelundup justru mendapatkan keuntungan besar tanpa kontribusi apa pun terhadap negara.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara