Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Nusantara

Wali Kota Bontang Tolak Pemangkasan DBH 2026

badge-check


					Wali Kota Bontang Tolak Pemangkasan DBH 2026 Perbesar

Wali Kota Bontang Neni Moernaeni melayangkan surat penolakan kebijakan pemangkasan anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat pada 2026 mendatang.

Kepada awak media Neni juga mengaku akan menggalang dukungan ke daerah lain. Terlebih Bontang sangat tergantung dengan dana transfer pusat.

Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Bontang menghitung asumsi pengurangan dana transfer bisa mencapai Rp500 miliar. Angka besar itu akan berpengaruh terhadap rencana Pemkot Bontang pada 2026 mendatang.

“Kami dari Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) pusat akan bersuara. Menolak kebijakan pemangkasan anggaran daerah yang bergantung pada dana transfer,” ujar Neni Moernaeni.

Bahkan suara ini juga sudah disampaikan ke Ketua Komite I DPD Republik Indonesia untuk menyampaikan ke Kementerian Keuangan agar bisa melihat dampak akibat pemangkasan anggaran.

Terlebih Bontang ini merupakan kawasan industri. Dimana perlu ada perhatian lebih dengan tingkat kerawanan resiko berat yang dihadapi.

“Kami minta kebijaksanaan. Karena ini untuk masyarakat. Banyak program yang mau dijalankan,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, asumsi dana transfer berkurang senilai Rp500 miliar. Walhasil APBD Bontang pada 2026 hanya sekitar Rp2,8 triliun.

Padahal pada 2025 ini dalam penetapan APBD Perubahan ditetapkan Rp3,1 triliun. Neni mengaku berat untuk Bontang mencapai kemajuan yang pesat dengan adanya pengurangan anggaran.

“Kalau tidak dikasih uang. Paling tidak bisa diberikanlah bentuk program. Atau Bankeu Provinsi Kaltim bisa mengakomodasi program penanganan banjir serta jalan rusak,” pungkasnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang

19 Oktober 2026 - 03:01 WITA

Presiden Prabowo Instruksikan Transformasi Menyeluruh PLN, Fokus Efisiensi dan Percepat Energi Surya 100 GW

16 Oktober 2026 - 02:52 WITA

Pemerintah Intensifkan Penanganan Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Dioptimalkan

14 Oktober 2026 - 07:21 WITA

Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama

12 Oktober 2026 - 05:13 WITA

Presiden Prabowo Sambut Presiden Mesir El-Sisi dengan Upacara Kenegaraan di Istana Merdeka

11 Oktober 2026 - 07:29 WITA

Trending di Warta Nusantara