Menu

Mode Gelap
Heboh Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Setelah Nobar Piala Dunia Aksi Pemulung Ikut Tambal Jalan Rusak di Padang, Warga Mengaku Sudah Dua Wali Kota Tanpa Perbaikan Masyarakat Padati Jalan, Gelaran Festival Budaya Teguhkan Ajeg Budaya Polri Tahan 2 Tersangka Kasus Korupsi Pembiayaan Pengadaan Batu Bara JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung DPR Gerah PNS Dapat Pensiun Seumur Hidup, Kerja Enggak Seberapa

Serba Serbi

Wujudkan Pembinaan Kreatif, Warga Binaan Lapas Luwuk Sulap Kantong Plastik Bekas Jadi Bunga Hias

badge-check


					Wujudkan Pembinaan Kreatif, Warga Binaan Lapas Luwuk Sulap Kantong Plastik Bekas Jadi Bunga Hias Perbesar

Dinding jeruji besi bukanlah penghalang bagi kreativitas. Hal ini dibuktikan oleh Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk. Melalui program pembinaan kemandirian, mereka berhasil menyulap limbah kantong plastik bekas yang tidak bernilai menjadi kerajinan bunga hias yang estetik dan bernilai ekonomi, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di bengkel kerja Lapas ini merupakan bagian dari upaya pihak Lapas untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif. Pemanfaatan limbah plastik dipilih tidak hanya karena bahan bakunya yang melimpah, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan ketelatenan tinggi, para Warga Binaan memilah kantong plastik berdasarkan warna, membersihkannya, lalu membentuknya helai demi helai menjadi mahkota bunga. Berbagai jenis bunga, mulai dari mawar hingga krisan, dihasilkan dengan detail yang sangat rapi sehingga sekilas tidak tampak berasal dari bahan plastik bekas.

Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Luwuk, Heru Cahyono yang mengawasi langsung jalannya produksi, memberikan apresiasi atas ketekunan para Warga Binaan. Menurutnya, fokus utama dari kegiatan ini adalah mengubah pola pikir dan perilaku melalui kerja nyata.

“Kami terus mendorong Warga Binaan untuk mengeksplorasi potensi diri mereka. Limbah plastik yang tadinya dibuang, kini menjadi barang seni di tangan mereka. Ini bukan sekadar membuat bunga, tapi tentang melatih kedisiplinan dan fokus,” ujar Heru.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan berupaya meningkatkan kualitas produksi agar mampu bersaing di pasar lokal.

Salah satu Warga Binaan dengan inisial SA yang terlibat dalam produksi tersebut mengungkapkan bahwa, “Kami ingin menunjukkan bahwa di tempat terbatas ini, kami tetap bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Proses pembuatan bunga ini menuntut kesabaran dan keahlian tangan,” ujar SA.

Selain memberikan kesibukan positif, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi tambahan. Ke depannya, hasil karya bunga hias ini akan dipamerkan dalam berbagai ajang pameran UMKM maupun dijual melalui galeri hasil karya Warga Binaan.

Salah satu Warga Binaan dengan inisial SA yang terlibat dalam produksi tersebut mengungkapkan bahwa, “Kami ingin menunjukkan bahwa di tempat terbatas ini, kami tetap bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Proses pembuatan bunga ini menuntut kesabaran dan keahlian tangan,” ujar SA.

Selain memberikan kesibukan positif, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi tambahan. Ke depannya, hasil karya bunga hias ini akan dipamerkan dalam berbagai ajang pameran UMKM maupun dijual melalui galeri hasil karya Warga Binaan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung

20 Juli 2026 - 06:27 WITA

Kurangi Ketergantungan Gawai, KKN Unhas Edukasi Siswa SD Permainan Tradisional di Bone

19 Juli 2026 - 06:10 WITA

Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala

17 Juli 2026 - 06:02 WITA

Wimbledon Jadi Bekal Berharga Petenis Muda Indonesia Ethan Jake Frans

14 Juli 2026 - 06:44 WITA

Tak Banyak yang Tahu, 5 Kuliner Indonesia Ini Lahir dari Kemiskinan

13 Juli 2026 - 06:37 WITA

Trending di Serba Serbi