Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Serba Serbi

JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung

badge-check


					Oplus_0 Perbesar

Oplus_0

Perusahaan sawit milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, mengakui telah membeli Crude Palm Oil (CPO) yang berasal dari aset sitaan Kejaksaan Agung.

JARR menyebut pembelian CPO sitaan Kejagung telah melalui uji tuntas dan tak menyalahi aturan.

Aset tersebut sebelumnya diserahkan kepada PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) atau APN, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengelola aset perkebunan sawit hasil rampasan negara.

Direktur Keuangan JARR, Temmy Iskandar, mengatakan perseroan mulanya menerima surat penawaran dari APN pada 10 Maret 2025, untuk membeli 3.500 metrik ton (MT) CPO pada tahap pertama, seperti dikutip dari IDNFinancials, Senin (20/7/2026).

Dengan harga Rp13.800 per kilogram, JARR membayar Rp50 miliar untuk pembelian CPO dari APN pada 14 Maret 2025. Perseroan kemudian menerima seluruh CPO sebanyak 3.498,15 MT pada hari berikutnya, lengkap dengan dokumen survei yang dilakukan oleh PT Tribhakti.

“Perseroan telah diinformasikan oleh APN terkait kepemilikan barang, di mana APN merupakan pihak yang mendapatkan penunjukan atau penugasan dari Menteri BUMN,” jelas Temmy, dalam keterangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebagai catatan, BEI sebelumnya menerima surat dari Law Office R. Azhari & Co pada 7 Juli 2026, berkaitan dengan pembelian CPO JARR dari APN.

Temmy menegaskan seluruh produk CPO yang dibeli dari APB telah dipakai untuk bahan baku produksi JARR. Perseroan, kata dia, juga tidak ada proses hukum yang mengganggu kegiatan operasi dan produksi.

Menurut data IDNFInancials.com, penjualan JARR melesat 10,71% menjadi Rp4,27 triliun pada 2025. Pertumbuhan ini ikut mendorong laba bersihnya naik 2,97% secara tahunan menjadi Rp268,48 miliar.

Haji Isam saat ini tercatat sebagai penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham JARR, dengan kendali sebesar 86,64% saham melalui PT Ehsan Agro Sentosa. Sementara itu sisanya sebanyak 13,36% saham merupakan saham publik, dengan kepemilikan masing-masing di bawah 5%.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Panen Perdana AMA di Liagu, Petambak Masih Evaluasi Hasil Budidaya

14 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober: Beras Naik, Cabai Melonjak

12 Oktober 2026 - 05:11 WITA

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

10 Oktober 2026 - 04:58 WITA

Trending di Serba Serbi