Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Serba Serbi

Wimbledon Jadi Bekal Berharga Petenis Muda Indonesia Ethan Jake Frans

badge-check


					Wimbledon Jadi Bekal Berharga Petenis Muda Indonesia Ethan Jake Frans Perbesar

Penampilan petenis muda Indonesia Ethan Jake Frans pada nomor tunggal putra U14 di Wimbledon Boys 2026 membuatnya mendapatkan pengalaman berharga yang akan menunjang perkembangan petenis ini.

Hal itu disampaikan ibu Ethan, mantan petenis nasional Wynne Prakusya, yang mengatakan kesempatan tampil di salah satu turnamen tenis paling bergengsi di dunia merupakan pencapaian penting bagi petenis berusia 14 tahun tersebut.

“Bermain di puncak tertinggi suatu turnamen adalah pengalaman yang sangat berharga. Bisa merasakan atmosfer Wimbledon itu pencapaian yang tidak gampang,” kata Wynne, Senin (13/7/2026).

Ethan menerima undangan tampil di Wimbledon melalui pengakuan atas prestasinya sebagai petenis nomor satu Asia U14 dan masuk 10 besar dunia U14 versi Universal Tennis Rating (UTR).

Pada dua pertandingan awal penyisihan Grup A, Ethan harus mengakui keunggulan petenis nomor satu dunia U14 asal Selandia Baru, Novak Palombo, dengan skor 5-7, 1-6, kemudian kalah 2-6, 2-6 dari petenis tuan rumah nomor satu Eropa, Liam Sharkey.

Menurut Wynne, putranya kesulitan mengembangkan permainan akibat ketegangan saat menghadapi dua unggulan tersebut.

“Di dua pertandingan pertama memang tidak maksimal. Dia tegang sekali karena tahu lawannya adalah Novak Palombo dan Liam Sharkey,” ujarnya.

Namun, Ethan mampu bangkit pada pertandingan berikutnya dengan mengalahkan Dante Monte dari Brasil 6-2, 6-1 untuk menutup fase grup.

Ia kemudian melanjutkan tren positif di babak konsolasi dengan mengalahkan Yanru Li dari China 7-5, 4-6, 10-7, dan David Bender dari Amerika Serikat 6-2, 7-6(7-5), sehingga mengakhiri turnamen di peringkat kesembilan.

Wynne melihat kepercayaan diri Ethan terus meningkat seiring berjalannya turnamen.

“Di pertandingan ketiga, keempat, dan kelima dia sudah bisa lebih bermain tenis, lebih percaya diri, dan yakin dengan kemampuannya sendiri,” ujar mantan petenis yang pernah menduduki peringkat 74 dunia itu.

Meski demikian, menurut Wynne, Ethan masih perlu meningkatkan sejumlah aspek untuk bersaing di level internasional, terutama mental bertanding, kekuatan fisik, power, dan teknik permainan.

Selain menjadi petenis Indonesia pertama yang tampil di Wimbledon U14 melalui jalur undangan, Ethan juga sebelumnya membuat sejarah sebagai petenis Indonesia pertama yang menjuarai IMG International Junior Championship U12 dan Junior Orange Bowl U12.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali

1 September 2026 - 05:19 WITA

SSB Kolonal Jadi Ruang 60 Anak Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola

28 Agustus 2026 - 04:51 WITA

Ribuan Penari Muda dalam Tari Kolosal

25 Agustus 2026 - 07:19 WITA

Rahayu Saraswati Sebut PIK Berpotensi Jadi Lokasi Marathon Internasional

23 Agustus 2026 - 05:51 WITA

Lintas Alam Merah Putih 2026 di Bukit Pinteir: Rajut Nasionalisme dan Kepedulian Lingkungan

22 Agustus 2026 - 05:41 WITA

Trending di Serba Serbi