Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Serba Serbi

Wimbledon Jadi Bekal Berharga Petenis Muda Indonesia Ethan Jake Frans

badge-check


					Wimbledon Jadi Bekal Berharga Petenis Muda Indonesia Ethan Jake Frans Perbesar

Penampilan petenis muda Indonesia Ethan Jake Frans pada nomor tunggal putra U14 di Wimbledon Boys 2026 membuatnya mendapatkan pengalaman berharga yang akan menunjang perkembangan petenis ini.

Hal itu disampaikan ibu Ethan, mantan petenis nasional Wynne Prakusya, yang mengatakan kesempatan tampil di salah satu turnamen tenis paling bergengsi di dunia merupakan pencapaian penting bagi petenis berusia 14 tahun tersebut.

“Bermain di puncak tertinggi suatu turnamen adalah pengalaman yang sangat berharga. Bisa merasakan atmosfer Wimbledon itu pencapaian yang tidak gampang,” kata Wynne, Senin (13/7/2026).

Ethan menerima undangan tampil di Wimbledon melalui pengakuan atas prestasinya sebagai petenis nomor satu Asia U14 dan masuk 10 besar dunia U14 versi Universal Tennis Rating (UTR).

Pada dua pertandingan awal penyisihan Grup A, Ethan harus mengakui keunggulan petenis nomor satu dunia U14 asal Selandia Baru, Novak Palombo, dengan skor 5-7, 1-6, kemudian kalah 2-6, 2-6 dari petenis tuan rumah nomor satu Eropa, Liam Sharkey.

Menurut Wynne, putranya kesulitan mengembangkan permainan akibat ketegangan saat menghadapi dua unggulan tersebut.

“Di dua pertandingan pertama memang tidak maksimal. Dia tegang sekali karena tahu lawannya adalah Novak Palombo dan Liam Sharkey,” ujarnya.

Namun, Ethan mampu bangkit pada pertandingan berikutnya dengan mengalahkan Dante Monte dari Brasil 6-2, 6-1 untuk menutup fase grup.

Ia kemudian melanjutkan tren positif di babak konsolasi dengan mengalahkan Yanru Li dari China 7-5, 4-6, 10-7, dan David Bender dari Amerika Serikat 6-2, 7-6(7-5), sehingga mengakhiri turnamen di peringkat kesembilan.

Wynne melihat kepercayaan diri Ethan terus meningkat seiring berjalannya turnamen.

“Di pertandingan ketiga, keempat, dan kelima dia sudah bisa lebih bermain tenis, lebih percaya diri, dan yakin dengan kemampuannya sendiri,” ujar mantan petenis yang pernah menduduki peringkat 74 dunia itu.

Meski demikian, menurut Wynne, Ethan masih perlu meningkatkan sejumlah aspek untuk bersaing di level internasional, terutama mental bertanding, kekuatan fisik, power, dan teknik permainan.

Selain menjadi petenis Indonesia pertama yang tampil di Wimbledon U14 melalui jalur undangan, Ethan juga sebelumnya membuat sejarah sebagai petenis Indonesia pertama yang menjuarai IMG International Junior Championship U12 dan Junior Orange Bowl U12.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Panen Perdana AMA di Liagu, Petambak Masih Evaluasi Hasil Budidaya

14 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober: Beras Naik, Cabai Melonjak

12 Oktober 2026 - 05:11 WITA

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

10 Oktober 2026 - 04:58 WITA

Trending di Serba Serbi