Lebih dari lima tahun tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, warga di Kompleks PJKA, Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat memperbaiki jalan rusak secara swadaya.
Langkah ini diambil setelah maraknya pengendara yang terpeleset dan terjatuh akibat melintasi lubang di kawasan tersebut.

Terdapat belasan titik jalan berlubang di Jalan Sunda. Meskipun warga telah menimbun lubang-lubang tersebut menggunakan sisa puing bangunan, para pengendara tetap harus memperlambat laju kendaraan untuk menghindari bahaya.
Asnimar (63), salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kedalaman lubang jalan bisa mencapai 5 sentimeter.
Kondisi ini kerap dikeluhkan pengendara karena tetap memicu benturan keras meski kendaraan sudah melaju lambat.
“Seingat saya sudah dua periode wali kota, jalan ini tidak kunjung tersentuh perbaikan,” ujar Asnimar, Selasa (21/7/2026).
Jalan ini merupakan akses utama menuju satu sekolah menengah pertama (SMP) dan empat sekolah dasar (SD).
Selain menjadi lintasan para pelajar dan pekerja saat jalan utama mengalami kemacetan, jalur ini juga kerap dimanfaatkan oleh warga yang hendak menuju rumah sakit.
“Belum lagi masyarakat yang hendak pergi berobat ke RSUP Dr. M. Djamil, terkadang mereka juga memilih melintas di jalan ini,” ucap Asnimar.
Melihat situasi yang tak kunjung membaik, warga setempat berulang kali memutar otak untuk memperbaiki jalan secara mandiri dengan keterbatasan yang ada.
Asnimar menceritakan, beberapa tahun lalu ia pernah meminta bantuan marbot masjid setempat untuk mengangkut puing-puing sisa renovasi bangunan guna menutupi lubang.
“Jarak dari masjid ke titik lubang lumayan jauh. Makanya saya minta tolong dan memberi upah berupa kopi serta gorengan untuk yang mengangkutnya pakai gerobak,” katanya.
Namun, solusi ini tidak bertahan lama. Setiap kali hujan deras turun, genangan air mengikis puing-puing tersebut hingga jalanan kembali berlubang.
Upaya penambalan serupa baru-baru ini juga dilakukan oleh seorang warga yang bekerja sebagai pengepul barang bekas. Ia berinisiatif membawa sisa puing bangunan dari kawasan Padang Selatan lantaran prihatin dengan kondisi jalan yang kerap ia lalui setiap hari.
Ketua RT 01 Sawahan Timur, Nusriwan membenarkan tingginya kepedulian warga. Namun, ia menyadari bahwa perbaikan secara swadaya memiliki keterbatasan teknis dan daya tahan.
“Kalau masyarakat yang kerjakan, tentu sumber daya, baik waktu, tenaga, maupun pengetahuan tekniknya sangat terbatas, sehingga hasilnya tidak bisa maksimal dan tidak tahan lama,” ucap Nusriwan.
Ia menilai bahwa penanganan jangka panjang sudah seharusnya menjadi tanggung jawab dinas terkait di lingkungan Pemkot Padang.
Meski demikian, ia mendapat kabar bahwa jalan tersebut akan segera mendapat penanganan, meskipun belum menyeluruh.
“Informasinya dalam waktu dekat ada perbaikan dari pemerintah, tapi sifatnya baru sebagian. Kita tunggu saja, semoga benar-benar terlaksana,” kata dia.
Red~ IKN
Source: Kompas.com









