Mahasiswa KKN-T Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar sosialisasi permainan tradisional di UPT SD Inpres 5/81 Lamoncong. Kegiatan berlangsung di Desa Lamoncong, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Jumat (17/7).
Penanggung jawab program, Sitti Hajar, menjelaskan kegiatan bertujuan mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak. Ia menuturkan, program ini juga mendorong pelestarian budaya sekaligus menstimulasi perkembangan motorik, kognitif, dan sosial siswa.

“Kami ingin generasi muda mengenal, melestarikan, dan mencintai permainan tradisional sebagai bagian dari budaya lokal,” pungkasnya.
Sitti menjelaskan, hasil observasi menunjukkan banyak anak di desa lebih akrab dengan permainan digital dibandingkan permainan tradisional. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengurangi aktivitas fisik, interaksi sosial, serta proses pewarisan budaya kepada generasi muda.
Sosialisasi diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya permainan tradisional di tengah perkembangan teknologi digital. Tim KKN unhas kemudian mengajak siswa kelas 3 dan 4 mempraktikkan permainan secara langsung.
Di sela itu, peserta memainkan congklak atau Ma’nggalecceng, lompat tali (Ma’binta), dan petak umpet (Ma’ Sobbu-sobbu) secara berkelompok. Ketiga permainan tersebut melatih konsentrasi, komunikasi, kerja sama, serta kemampuan motorik anak.
Sementara itu, guru UPT SD Inpres 5/81 Lamoncong, Vitriyani, SPd., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena siswa dapat mengenal permainan tradisional sehingga tidak hanya mengetahui permainan yang ada di game online,” tuturnya.
Di akhir kegiatan, mahasiswa menyerahkan infografis edukasi kepada pihak sekolah sebagai media pembelajaran berkelanjutan. Mereka berharap permainan tradisional terus dimainkan generasi muda sebagai sarana belajar, berinteraksi, dan melestarikan budaya lokal di era digital.
“Melalui kegiatan ini, kami juga berharap anak-anak dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai dalam aktivitas bermain sehari-hari,” tutupnya.
****









