Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Serba Serbi

Kurangi Ketergantungan Gawai, KKN Unhas Edukasi Siswa SD Permainan Tradisional di Bone

badge-check


					Kurangi Ketergantungan Gawai, KKN Unhas Edukasi Siswa SD Permainan Tradisional di Bone Perbesar

Mahasiswa KKN-T Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar sosialisasi permainan tradisional di UPT SD Inpres 5/81 Lamoncong. Kegiatan berlangsung di Desa Lamoncong, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Jumat (17/7).

Penanggung jawab program, Sitti Hajar, menjelaskan kegiatan bertujuan mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak. Ia menuturkan, program ini juga mendorong pelestarian budaya sekaligus menstimulasi perkembangan motorik, kognitif, dan sosial siswa.

“Kami ingin generasi muda mengenal, melestarikan, dan mencintai permainan tradisional sebagai bagian dari budaya lokal,” pungkasnya.

Sitti menjelaskan, hasil observasi menunjukkan banyak anak di desa lebih akrab dengan permainan digital dibandingkan permainan tradisional. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengurangi aktivitas fisik, interaksi sosial, serta proses pewarisan budaya kepada generasi muda.

Sosialisasi diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya permainan tradisional di tengah perkembangan teknologi digital. Tim KKN unhas kemudian mengajak siswa kelas 3 dan 4 mempraktikkan permainan secara langsung.

Di sela itu, peserta memainkan congklak atau Ma’nggalecceng, lompat tali (Ma’binta), dan petak umpet (Ma’ Sobbu-sobbu) secara berkelompok. Ketiga permainan tersebut melatih konsentrasi, komunikasi, kerja sama, serta kemampuan motorik anak.

Sementara itu,  guru UPT SD Inpres 5/81 Lamoncong, Vitriyani, SPd., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena siswa dapat mengenal permainan tradisional sehingga tidak hanya mengetahui permainan yang ada di game online,” tuturnya.

Di akhir kegiatan, mahasiswa menyerahkan infografis edukasi kepada pihak sekolah sebagai media pembelajaran berkelanjutan. Mereka berharap permainan tradisional terus dimainkan generasi muda sebagai sarana belajar, berinteraksi, dan melestarikan budaya lokal di era digital.

“Melalui kegiatan ini, kami juga berharap anak-anak dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai dalam aktivitas bermain sehari-hari,” tutupnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Panen Perdana AMA di Liagu, Petambak Masih Evaluasi Hasil Budidaya

14 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober: Beras Naik, Cabai Melonjak

12 Oktober 2026 - 05:11 WITA

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

10 Oktober 2026 - 04:58 WITA

Trending di Serba Serbi