Menu

Mode Gelap
Mahasiswa di Bondowoso Tuntut Janji Politik Bebas PBB untuk Warga Miskin Ekstrem Bahasa Wabo Terancam Punah, BRIN Susun Tata Bahasa untuk Jaga Warisan Papua Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Bidang Propam Polda Sulut Gelar Pekan Disiplin Personel Menuju Pengakuan Nasional, Lima Warisan Budaya Takbenda Kobar Jalani Verifikas Perkuat Kepastian Hukum, MA Terbitkan Aturan Baru Pengajuan Kasasi Pidana Kisah Serda Ihsanudin: Ubah Bekas Gudang Pakan Ternak jadi Tempat Belajar Interaktif

Warta Daerah

Warga Kepulauan Sangihe mengungsi akibat gempa magnitudo 7,7

badge-check


					Warga Kepulauan Sangihe mengungsi akibat gempa magnitudo 7,7 Perbesar

Sejumlah warga di Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, mulai mengungsi ke wilayah dataran tinggi setelah gempa bumi magnitudo 7,7 terjadi di lepas pantai Filipina Selatan, Senin (8/6/2026).

“Banyak warga dari Kelurahan Tidore, Kelurahan Tapuang dan di pesisir pantai panik akibat gempa. Sekarang mereka mengungsi ke jalan Manganitu yang tinggi dari pesisir laut untuk menghindari potensi tsunami,” kata salah satu warga Sangihe, Jufry Dalita, ketika dihubungi ANTARA, Senin.

BMKG mencatat gempa dengan episenter terletak pada koordinat 5,80° LU ; 125,14° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 244 km arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara pada kedalaman 47 km.

Jufry yang juga PNS di lingkungan Pemkab Kepulauan Sangihe itu mengajak warga untuk tetap tenang dan tidak panik, serta jika ada yang perlu mengungsi agar tetap memperhatikan anggota keluarga masing-masing.

“Memang gempa itu sangat terasa sekali di wilayah kepulauan kami, membuat warga berhamburan keluar rumah,” tandas pria tersebut.

Gempa magnitudo 7,7 itu terjadi pada pukul 06.37.42 WIB di wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina diakibatkan subduksi lempeng.

“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng,” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam rilis yang dibagikan dalam grup percakapan ‘BMKG dan Stakeholders’ pada pukul 08.18 WITA di Manado.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Gempa bumi ini dirasakan juga di Kota Morotai, Halmahera Utara dengan skala intensitas IV MMI. Kemudian di Kabupaten Gorontalo Utara dengan skala intensitas III-IV MMI.

Selanjutnya, di Batang dua, Ternate, Halmahera Barat, Gorontalo, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Parigi Moutong, Manado, Minahasa, Palu, Bitung, Boltim, Halmahera Tengah dengan skala intensitas III MMI.

BNPB imbau warga jauhi pantai pascagempa M 7,7

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di lima wilayah pesisir untuk menjauhi area pantai serta tetap tenang setelah terjadinya gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Laut Sulawesi.

Kelima wilayah pesisir tersebut, yakni Sulawesi Utara (Sulut), Gorontalo, Sulawesi Tengah (Sulteng), Maluku Utara (Malut), dan Kalimantan Timur (Kaltim).

“Pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten dan kota yang berada dalam status siaga diinstruksikan untuk segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi secara tertib menuju tempat yang lebih tinggi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis yang diterima di Palu, Senin.

Ia mengemukakan untuk pemerintah daerah dan masyarakat yang berada di wilayah dengan status Waspada agar kesiapsiagaan tetap dijaga.

“Masyarakat di daerah waspada bisa segera menjauhi kawasan pantai maupun tepian sungai, serta menghentikan sementara segala aktivitas di perairan,” ucapnya.

Menurut dia, saat ini situasi dan kondisi di lapangan sudah terpantau aman, tenang, dan terkendali.

“Tim gabungan BPBD di masing-masing daerah terus melakukan monitoring secara berkala di lapangan untuk memantau setiap dampak yang ditimbulkan pasca-gempa serta memastikan kondisi pesisir tetap aman,” sebutnya.

Ia mengaku pihaknya terus memperkuat koordinasi sinergis dalam satu komando bersama tim gabungan lintas instansi di daerah, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, hingga lembaga kemanusiaan dan relawan penanggulangan bencana di lapangan.

“Masyarakat kami imbau untuk tidak panik, memberikan prioritas keselamatan bagi kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas dan anak-anak, serta selalu mematuhi instruksi resmi dari petugas lintas instansi yang mengawal situasi di lapangan,” kata dia.

Sebelumnya, terjadi gempa bumi berkekuatan 7,7 Magnitudo di wilayah Laut Sulawesi, Senin pagi pukul 07.37 WITA.

Gempa bumi itu berada pada kedalaman 47 kilometer di sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara (sektor Mindanao, Filipina), dan berpotensi memicu gelombang tsunami di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mahasiswa di Bondowoso Tuntut Janji Politik Bebas PBB untuk Warga Miskin Ekstrem

12 Juni 2026 - 10:21 WITA

APH Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ratusan Miliar Rupiah di DPUPR Kalteng

10 Juni 2026 - 06:43 WITA

Banjir rendam lahan pertanian pada dua desa di Kabupaten Parigi Moutong

7 Juni 2026 - 11:32 WITA

Gubernur Khofifah Dukung Penguatan Wisata Edukasi Taman Perdamaian Dunia Soerjo Modjopahit

6 Juni 2026 - 04:05 WITA

Kisah Ibu di Cilegon: Andalkan Telur Dadar Campur Air, Kini Bersyukur Program MBG Berjalan Lagi

5 Juni 2026 - 06:04 WITA

Trending di Warta Daerah