Menu ✖

Mode Gelap
Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Investasi Rp3.923,2 Triliun Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja Juan Azmi Bawa Film Laga Indonesia Menembus Panggung Dunia Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya Satu Tahun di Afrika Tengah, 140 Personel FPU 7 Raih Penghargaan atas Misi Perdamaian Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru

Warta Daerah

Kisah Ibu di Cilegon: Andalkan Telur Dadar Campur Air, Kini Bersyukur Program MBG Berjalan Lagi

badge-check


					Kisah Ibu di Cilegon: Andalkan Telur Dadar Campur Air, Kini Bersyukur Program MBG Berjalan Lagi Perbesar

Senyum lebar terpancar dari wajah Siti Aminah (9) dan adiknya, Muhamad Ajidan (7). Kakak beradik yang duduk di bangku kelas 1 SD Negeri Kelelet ini tampak bahagia setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali mendistribusikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah mereka.

Siti Aminah dan Muhamad Ajidan merupakan anak kelima dan keenam dari pasangan Muhajir (52) dan Maysanti (48), warga Kampung Kelelet, Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Banten.

“Senang banget Om, Makanan Bergizi Gratis (MBG) sudah ada lagi. Saya bisa menikmati ayam goreng lagi,” ucap Aminah polos saat ditemui pada Kamis (4/6/2026).

Kebahagiaan senada juga dirasakan oleh sang ibu, Maysanti. Ia mengaku sangat lega setelah SPPG kembali beroperasi dan mengirimkan paket makanan sehat ke sekolah anak-anaknya.

“Alhamdulillah, Makanan Bergizi Gratis sudah didistribusikan lagi ke sekolah anak saya. Anak-anak sekarang bisa menikmati makanan yang bergizi. Terima kasih pemerintah,” ungkap Maysanti sumringah.

Sebelumnya, Maysanti sempat mengeluhkan mandeknya program MBG selama satu bulan terakhir. Penghentian sementara itu sempat membuat dirinya kebingungan dalam memenuhi kecukupan gizi anak-anaknya di rumah.

Keluarga Muhajir dan Maysanti tergolong sebagai warga yang kurang beruntung secara ekonomi. Pendapatan Muhajir yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir (jukir) sering kali tidak menentu dan sulit untuk memenuhi kebutuhan dapur. Santi mengaku, suaminya terkadang hanya membawa pulang uang Rp20 ribu per hari.

Untuk menyiasati uang Rp20 ribu tersebut agar cukup bagi seluruh anggota keluarga, Maysanti biasanya membelikan beras setengah kilogram dan dua butir telur.

“Telur dua butir itu didadar, lalu ditambah air biar mengembang supaya bisa dimakan bacakan (makan bersama-sama). Pokoknya menu pagi dan sore ya telur dadar itu,” tuturnya.

Beban Maysanti saat ini kian bertambah lantaran dirinya baru 18 hari melahirkan anak kedelapan. Di masa pasca-persalinan ini, ia sebenarnya sangat membutuhkan asupan gizi yang optimal guna mempercepat pemulihan tubuh, mengembalikan energi, serta mendukung produksi ASI yang berkualitas untuk tumbuh kembang bayinya.

Hadirnya kembali program Makanan Bergizi Gratis dari pemerintah ini pun dirasa menjadi angin segar yang sangat membantu meringankan beban pemenuhan gizi di tengah keterbatasan ekonomi keluarga mereka.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

20 Oktober 2026 - 03:32 WITA

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Protes Tambang Galian C, Warga Puncu Kediri Keluhkan Jalan Rusak dan Sulit Air

13 Oktober 2026 - 04:27 WITA

Trending di Warta Daerah