Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

Serba Serbi

Menuju Pengakuan Nasional, Lima Warisan Budaya Takbenda Kobar Jalani Verifikas

badge-check


					Menuju Pengakuan Nasional, Lima Warisan Budaya Takbenda Kobar Jalani Verifikas Perbesar

Pangkalan Bun, infokatulistiwanews.com – Kabupaten Kotawaringin Barat menerima kunjungan Tim Verifikasi Warisan Budaya Takbenda (WBTB) dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah, serta Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Kalimantan Tengah, Rabu (10/6), di Meeting Room Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kobar.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tahapan verifikasi terhadap usulan Warisan Budaya Takbenda asal Kabupaten Kobar yang diajukan untuk memperoleh penetapan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Lima objek budaya yang menjadi fokus verifikasi meliputi Pantun Seloka, Nasi Adab, Bahasa Kutaringin, Coto Menggala, dan Kerupuk Basah. Kelimanya dinilai memiliki nilai sejarah, identitas budaya, serta masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Kepala Disdikbud Kobar, M. Alamsyah, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim verifikasi yang melakukan penilaian dan pendalaman terhadap kekayaan budaya daerah.

“Kelima unsur budaya yang diusulkan ini merupakan warisan leluhur yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Kami berharap melalui proses verifikasi ini, nilai-nilai budaya tersebut dapat memperoleh pengakuan secara nasional sehingga semakin memperkuat upaya pelestariannya,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, tim verifikasi melakukan telaah dokumen usulan serta pendalaman informasi bersama narasumber budaya terkait sejarah, nilai budaya, fungsi sosial, dan keberlanjutan masing-masing objek budaya yang diusulkan.

Pantun Seloka dikenal sebagai tradisi lisan yang sarat pesan moral dan kearifan lokal. Nasi Adab merupakan kuliner tradisional yang memiliki nilai filosofis dalam berbagai prosesi adat. Sementara Bahasa Kutaringin menjadi bagian penting identitas masyarakat lokal, dan Coto Menggala merupakan tradisi budaya yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Kobar.

Red~ IKN

Pewarta (RJP)

Source: MMC Kobar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali

1 September 2026 - 05:19 WITA

SSB Kolonal Jadi Ruang 60 Anak Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola

28 Agustus 2026 - 04:51 WITA

Ribuan Penari Muda dalam Tari Kolosal

25 Agustus 2026 - 07:19 WITA

Rahayu Saraswati Sebut PIK Berpotensi Jadi Lokasi Marathon Internasional

23 Agustus 2026 - 05:51 WITA

Lintas Alam Merah Putih 2026 di Bukit Pinteir: Rajut Nasionalisme dan Kepedulian Lingkungan

22 Agustus 2026 - 05:41 WITA

Trending di Serba Serbi