Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

Warta Daerah

Banjir rendam lahan pertanian pada dua desa di Kabupaten Parigi Moutong

badge-check


					Banjir rendam lahan pertanian pada dua desa di Kabupaten Parigi Moutong Perbesar

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan banjir merendam lahan pertanian di dua desa di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, akibat hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah setempat.

“Banjir disebabkan karena hujan lebat yang cukup lama sehingga meningkatkan debit air Sungai Toribulu hingga meluap dan menggenangi area persawahan serta lahan pertanian masyarakat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto dalam laporannya di Palu, Minggu.

Ia menjelaskan wilayah yang terdampak meliputi Dusun VII Desa Toribulu dan Dusun V Desa Sienjo. Berdasarkan hasil pendataan sementara, sekitar lima hektare persawahan dan lahan pertanian di Desa Toribulu terdampak banjir. Sementara di Desa Sienjo, banjir merendam sekitar tiga hektare area persawahan warga.

Ia mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Parigi Moutong untuk melakukan penanganan awal serta pendataan dampak yang ditimbulkan.

Menurut dia, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen, pemantauan kondisi lapangan guna memastikan perkembangan situasi terkini.

“BPBD Kabupaten Parigi Moutong sedang melakukan pemantauan dan pengumpulan data dampak kejadian,” ujarnya.

Ia mengatakan hingga saat ini, data terkait jumlah pengungsi maupun korban jiwa, jumlah warga dan rumah terdampak, serta kebutuhan mendesak masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

Selain itu, banjir masih menggenangi lahan pertanian warga di kedua desa tersebut. Meski demikian, BPBD terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mengantisipasi dampak lanjutan yang mungkin terjadi.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

3 September 2026 - 05:21 WITA

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Update Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 1.286 Luka dan 161.084 Mengungsi

24 Agustus 2026 - 05:48 WITA

Trending di Warta Daerah