Menu ✖

Mode Gelap
Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Investasi Rp3.923,2 Triliun Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja Juan Azmi Bawa Film Laga Indonesia Menembus Panggung Dunia Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya Satu Tahun di Afrika Tengah, 140 Personel FPU 7 Raih Penghargaan atas Misi Perdamaian Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru

Warta Daerah

Banjir rendam lahan pertanian pada dua desa di Kabupaten Parigi Moutong

badge-check


					Banjir rendam lahan pertanian pada dua desa di Kabupaten Parigi Moutong Perbesar

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan banjir merendam lahan pertanian di dua desa di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, akibat hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah setempat.

“Banjir disebabkan karena hujan lebat yang cukup lama sehingga meningkatkan debit air Sungai Toribulu hingga meluap dan menggenangi area persawahan serta lahan pertanian masyarakat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto dalam laporannya di Palu, Minggu.

Ia menjelaskan wilayah yang terdampak meliputi Dusun VII Desa Toribulu dan Dusun V Desa Sienjo. Berdasarkan hasil pendataan sementara, sekitar lima hektare persawahan dan lahan pertanian di Desa Toribulu terdampak banjir. Sementara di Desa Sienjo, banjir merendam sekitar tiga hektare area persawahan warga.

Ia mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Parigi Moutong untuk melakukan penanganan awal serta pendataan dampak yang ditimbulkan.

Menurut dia, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen, pemantauan kondisi lapangan guna memastikan perkembangan situasi terkini.

“BPBD Kabupaten Parigi Moutong sedang melakukan pemantauan dan pengumpulan data dampak kejadian,” ujarnya.

Ia mengatakan hingga saat ini, data terkait jumlah pengungsi maupun korban jiwa, jumlah warga dan rumah terdampak, serta kebutuhan mendesak masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

Selain itu, banjir masih menggenangi lahan pertanian warga di kedua desa tersebut. Meski demikian, BPBD terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mengantisipasi dampak lanjutan yang mungkin terjadi.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

20 Oktober 2026 - 03:32 WITA

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Protes Tambang Galian C, Warga Puncu Kediri Keluhkan Jalan Rusak dan Sulit Air

13 Oktober 2026 - 04:27 WITA

Trending di Warta Daerah