Menu

Mode Gelap
Sosok Ibrahim Al Abrar, Bocah SD Boyolali Penemu Celah Keamanan Web NASA Eks Pejabat Dinas PUTR Batu Bara Divonis 6 Tahun di Kasus Korupsi Jalan Rp 43 M Kisah April DA7 yang Menginspirasi, Ketekunan Bawa Dirinya dari Jalanan ke Dunia Hiburan Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi dan Mesin Baru Kemakmuran Rakyat Ledakan Gudang Amunisi Tewaskan 1 Prajurit dan Enam Lainnya Terluka, TNI AD Bentuk Tim Investigasi 1,2 Juta NIK Warga Miskin Dibobol, Ombudsman Desak Dinsos-Diskomdigi Benahi Sistem Keamanan Digital

Serba Serbi

Wamenpar sebut seni budaya jadi daya tarik utama destinasi wisata

badge-check


					Wamenpar sebut seni budaya jadi daya tarik utama destinasi wisata Perbesar

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyebut pertunjukan seni dan budaya dapat menjadi salah satu daya tarik utama dari suatu destinasi wisata yang dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

“Atraksi atau pentas kesenian merupakan salah satu daya tarik bagi wisatawan. Ditambah lagi pelaksanaannya bertepatan dengan libur sekolah dan musim liburan musim panas,” kata Ni Luh dalam keterangan resminya.

Dalam pembukaan Pekan Kesenian Bali (PKB) 2026 di Denpasar, Bali, Sabtu (13/6), Ni Luh mencontohkan acara yang mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” dan berlangsung pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026 itu sudah memasuki penyelenggaraan ke-48 dan masuk dalam jajaran event menarik Karisma Event Nusantara (KEN).

PKB tahun ini menghadirkan beragam karya seni yang menjadi ruang refleksi kultural sekaligus mempertegas upaya menjaga keseimbangan antara dimensi sakral, sosial, dan ekologis dalam kehidupan masyarakat Bali.

Hal ini menunjukkan bahwa PKB sudah membuktikan eksistensinya sebagai agenda budaya tahunan terbesar dan tertua di Bali sejak pertama kali diselenggarakan pada 1979.

Sedangkan masuknya PKB ke KEN menunjukkan bahwa event ini tidak hanya penting bagi Bali, tetapi juga menjadi salah satu agenda budaya unggulan Indonesia yang memiliki daya tarik nasional dan internasional.

“Ini menunjukkan kuatnya komitmen Bali dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah,” kata dia.

Dia juga berharap bila penyelenggaraan PKB 2026 mampu menarik lebih dari 1,6 juta pengunjung.

Dalam rangkaian pembukaan, Ni Luh Puspa turut menyaksikan Peed Aya atau pawai budaya yang menampilkan hasil kurasi berbagai potensi daerah di Bali.

Pawai tersebut menampilkan kekayaan seni, budaya, alam, ekonomi, dan pariwisata dari kabupaten dan kota se-Bali, antara lain Buleleng, Badung, Jembrana, Tabanan, Bangli, Gianyar, Klungkung, Karangasem, dan Denpasar.

Ni Luh kemudian menyerahkan sertifikat Karisma Event Nusantara kepada Gubernur Bali sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi PKB yang kembali terpilih dalam program KEN 2026.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala

17 Juli 2026 - 06:02 WITA

Wimbledon Jadi Bekal Berharga Petenis Muda Indonesia Ethan Jake Frans

14 Juli 2026 - 06:44 WITA

Tak Banyak yang Tahu, 5 Kuliner Indonesia Ini Lahir dari Kemiskinan

13 Juli 2026 - 06:37 WITA

Viral Pengantin di Jambi Sparing Tinju di Pelaminan

12 Juli 2026 - 03:38 WITA

Puluhan Inovasi Hayati dan Lingkungan Dipamerkan BRIN dalam Expo ORHL 2026

11 Juli 2026 - 05:38 WITA

Trending di Serba Serbi