Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Serba Serbi

Puluhan Inovasi Hayati dan Lingkungan Dipamerkan BRIN dalam Expo ORHL 2026

badge-check


					Puluhan Inovasi Hayati dan Lingkungan Dipamerkan BRIN dalam Expo ORHL 2026 Perbesar

Cibinong, infokatulistiwanews.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalaui Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan (ORHL) menggelar Capacity Building dan Expo ORHL 2026 pada Rabu–Kamis (8–9/7) di Gedung Utama ICC, Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Cibinong Kabupaten Bogor. Gelaran ini menjadi ajang diseminasi berbagai hasil riset dan inovasi di bidang hayati dan lingkungan yang menampilkan 24 etalase dari berbagai pusat riset dan platform unggulan ORHL.

Salah satu etalase yang menarik perhatian pengunjung adalah Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Ekspedisi dan Biodiversitas Terestrial (e-Bite), yang merupakan bagian dari tiga platform unggulan ORHL bersama RIIM Kolaborasi Internasional Pisang dan RIIM Biologi Struktur. Melalui booth tersebut, pengunjung dapat mengenal lebih dekat berbagai aktivitas penelitian, eksplorasi biodiversitas, hingga capaian yang dihasilkan dari program Ekspedisi Biodiversitas Terestrial.

Pada kesempatan tersebut, Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Dr. Bayu Adjie menjelaskan, program RIIM Ekspedisi dan Biodiversitas Terestrial (e-Bite) lahir dari keprihatinan terhadap semakin besarnya ancaman kehilangan keanekaragaman hayati di Indonesia.

“Masih banyak kekayaan biodiversitas nasional yang belum terdokumentasi secara ilmiah. Sementara jumlah ahli taksonomi sebagai ujung tombak identifikasi spesies terus berkurang, sehingga regenerasi menjadi tantangan yang harus segera diatasi,” jelasnya.

Bayu menjelaskan, program e-Bite merupakan bagian dari RIIM Prioritas Strategis yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan masa pelaksanaan selama tiga tahun. Program ini tidak hanya berfokus pada penelitian keanekaragaman hayati, tetapi juga memperkuat koleksi spesimen hayati serta mendukung regenerasi peneliti taksonomi.

“Lokasi ekspedisi dipilih pada kawasan-kawasan yang masih minim dieksplorasi sehingga memiliki potensi besar untuk menghasilkan data baru mengenai biodiversitas Indonesia. Salah satunya Kalimantan Barat yang diidentifikasi sebagai kawasan hotspot keanekaragaman hayati,” terangnya.

Melalui kegiatan ekspedisi tersebut, para peneliti melakukan inventarisasi berbagai jenis tumbuhan, satwa, dan mikroorganisme, sekaligus mengumpulkan spesimen sebagai koleksi ilmiah. Selain menghasilkan informasi mengenai keanekaragaman hayati dan potensi penemuan spesies baru, tim peneliti juga melakukan berbagai kajian lingkungan untuk memperoleh pemahaman yang lebih utuh terhadap ekosistem di lokasi penelitian.

“Meskipun menghadapi tantangan berupa kebutuhan pendanaan yang besar serta akses menuju lokasi yang tidak mudah, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan ilmu pengetahuan. Sekaligus mendukung upaya konservasi biodiversitas Indonesia,” ungkapnya.

Bayu berharap kehadiran booth RIIM Ekspedisi dan Biodiversitas Terestrial dalam Expo ORHL 2026 dapat mendekatkan hasil riset kepada masyarakat. Melalui pameran ini Bayu ingin agar masyarakat mengetahui kegiatan yang dilakukan BRIN. Kemudian mengapa koleksi biodiversitas itu penting, bagaimana proses penelitian dilakukan, hingga berbagai hasil yang telah dicapai oleh BRIN.

“Kami berharap, masyarakat semakin memahami bahwa eksplorasi biodiversitas memiliki peran penting dalam mendukung ilmu pengetahuan dan konservasi keanekaragaman hayati Indonesia,” pungkasnya.

Red~ IKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali

1 September 2026 - 05:19 WITA

SSB Kolonal Jadi Ruang 60 Anak Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola

28 Agustus 2026 - 04:51 WITA

Ribuan Penari Muda dalam Tari Kolosal

25 Agustus 2026 - 07:19 WITA

Rahayu Saraswati Sebut PIK Berpotensi Jadi Lokasi Marathon Internasional

23 Agustus 2026 - 05:51 WITA

Lintas Alam Merah Putih 2026 di Bukit Pinteir: Rajut Nasionalisme dan Kepedulian Lingkungan

22 Agustus 2026 - 05:41 WITA

Trending di Serba Serbi