Menu

Mode Gelap
Sosok Ibrahim Al Abrar, Bocah SD Boyolali Penemu Celah Keamanan Web NASA Eks Pejabat Dinas PUTR Batu Bara Divonis 6 Tahun di Kasus Korupsi Jalan Rp 43 M Kisah April DA7 yang Menginspirasi, Ketekunan Bawa Dirinya dari Jalanan ke Dunia Hiburan Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi dan Mesin Baru Kemakmuran Rakyat Ledakan Gudang Amunisi Tewaskan 1 Prajurit dan Enam Lainnya Terluka, TNI AD Bentuk Tim Investigasi 1,2 Juta NIK Warga Miskin Dibobol, Ombudsman Desak Dinsos-Diskomdigi Benahi Sistem Keamanan Digital

Warta Utama

Sosok Ibrahim Al Abrar, Bocah SD Boyolali Penemu Celah Keamanan Web NASA

badge-check


					Sosok Ibrahim Al Abrar, Bocah SD Boyolali Penemu Celah Keamanan Web NASA Perbesar

Seorang bocah SD di pelosok desa di wilayah Boyolali Utara punya prestasi yang membanggakan. Bahkan, National Aeronautics and Space Administration (NASA) sampai memberikan apresiasi atas kemampuan bocah tersebut.

Adalah Ibrahim Al Abrar. Bocah kelas 6 SD di Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Putra kedua pasangan Aminuddin Salas (36) dan Hannisa Oktaviani (36), warga Desa Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali itu mendapat surat apresiasi resmi dari NASA.

Sertifikat dari NASA itu diberikan kepada Ibrahim setelah melaporkan adanya bug atau celah keamanan pada sistem atau domain publik NASA. Di saat anak sepantarannya masih banyak yang asyik bermain, siswa SDN 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu itu justru sudah mempelajari dunia cybersecurity.

Ibra begitu akrab disapa mendapat surat apresiasi resmi dari NASA tertanggal 9 Juli 2026 lalu. Bocah anak yang akan berulang tahun ke-12 pada tanggal 25 Juli 2026 itu, berhasil meraih prestasinya dari hasil belajar autodidak.

Meski begitu, kemampuannya di bidang cybersecurity tidak bisa dipandang sebelah mata. Kemampuan Ibra bahkan berhasil menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan itu kepada Vulnerability Disclosure Policy (VDP) NASA. Pihak NASA bahkan mengirimkan surat sebagai tanda penghargaan atas upaya dalam mendeteksi kerentanan tersebut dan membantu meningkatkan keamanan sistem mereka.

“Alhamdulillah, senang,” ucap Ibragim Al Abrar, Jumat (17/7/2026).

Awal Mula Ibra Temukan Celah Web NASA

Ibra menuturkan, keberhasilannya menemukan celah keamanan NASA setelah belajar tentang cyberscurity. Dia belajar secara autodidak. Awalnya, Ibra membaca berita-berita orang yang berhasil mendapat celah keamanan sistem di NASA.

Hal itu kemudian menginspirasinya untuk mencobanya. Setelah beberapa kali mengirim, temuan celah Ibra akhirnya terverifikasi mendapat surat apresiasi dari NASA tersebut.

“Dapat apresiasi berupa sertifikat,” jelas Ibra yang bercita-cita ingin menjadi cybersecurity profesional.

Dia pun mengaku juga mengalami kesulitan saat belajar teknologi informasi tersebut. Salah satunya, karena belum paham materi. Sehingga kadang-kadang belajar melalui tutorial Youtube maupun melalui AI. Ibra juga mengaku pernah mencoba membuat game.

Rasa senang juga diungkapkan Aminudin, ayah Ibra. Anaknya tersebut awalnya belajar coding. Baru awal tahun 2026 lalu, tertarik belajar cybersecurity.

“Kemarin bisa dapat sertifikat NASA itu karena nyari kerentanan di web NASA. Menemukan broken link hijacking. Terus dilaporkan lewat VDP. Lapornya sebenarnya sudah hampir 2 bulan, tapi baru dibalas tanggal 9 Juli, dapat sertifikat itu,” kata Aminudin.

Ayah Ibra, Aminudin berharap, putranya tambah semangat dalam belajar. Apa yang telah diraih Ibra ini juga diharapkan mampu memotivasi anak-anak yang lain yang suka dengan IT. Karena saat ini belajar semakin dimudahkan dengan kemajuan teknologi informasi ini.

“Kalau saya sebagai orang tua, harapannya, ini kan masih awal. Harapannya bisa tambah semangat habis dapat itu (surat apresiasi dari NASA). Mungkin ke depannya bisa dapat bug bounty, biar bisa tambah semangat lagi. Karena kan ke depannya kalau dia memang pingin jadi cybersecurity profesional itu kan berarti sudah ngarahnya ke pekerjaan,” harap dia.

“Dan mungkin bisa jadi motivasi untuk anak-anak lain yang juga suka IT, ternyata kalau sebenarnya ada niat belajar itu semuanya sekarang itu bisa, mudah gitu. Ada internet, ada AI, ada YouTube. Tinggal niat anaknya anak masing-masing saja. Karena saya lihat sebagai orang tua seperti itu. Semua itu tergantung motivasi anaknya sendiri,” tambah Aminudin.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menembus Medan Terjal demi Sekolah di Puncak Gunung, Kisah SD Swadaya yang Bertahan 50 Tahun di Pesawaran

15 Juli 2026 - 05:17 WITA

Usai Temuan Emas 74 Kg Serta Uang Rp476 Miliar Dirumahnya, Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi dan TPPU di Tiga Kasus

11 Juli 2026 - 14:26 WITA

Kisah Nyata Hj Siti Srimulati Bangun Jalan 2,5 Kilometer dan Dua Jembatan Pakai Tabungan hingga Jual Emas

10 Juli 2026 - 06:19 WITA

BRIN Sebut Es Abadi di Puncak Jaya Tak Mungkin Lagi Kembali

4 Juli 2026 - 09:32 WITA

Selain Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Dihukum Bayar Uang Pengganti Rp809,6 Miliar

1 Juli 2026 - 05:07 WITA

Trending di Warta Utama