Wajik ketan gula merah cukup familier sebagai kuliner tradisional. Namun, tidak semua orang berhasil membuat wajik dengan hasil sempurna.
Maya, pelaku usaha kue tradisional, mengungkapkan kualitas bahan menjadi penentu utama.

“Gunakan beras ketan yang bagus dan gula merah asli supaya rasanya keluar. Jangan campur dengan gula biasa terlalu banyak, nanti rasanya kurang khas,”ujarnya.
Ia menjelaskan, ketan harus direndam terlebih dahulu selama beberapa jam agar teksturnya lebih pulen saat dimasak. Setelah itu, ketan dikukus hingga setengah matang, lalu dimasak kembali bersama larutan gula merah dan santan.
” Proses pengadukan ini yang penting, harus sabar supaya tidak gosong dan hasilnya merata,” tambahnya.
Sementara itu, Lilis, menuturkan teknik memasak sangat memengaruhi hasil akhir wajik. “Masak dengan api kecil sambil terus diaduk sampai adonan mengental dan berminyak. Itu tandanya wajik sudah matang dan siap dicetak,” jelasnya.
Menurut Lilis, penggunaan santan juga harus diperhatikan agar tidak pecah saat dimasak. “Gunakan santan segar dan aduk terus supaya tidak pecah. Kalau santan pecah, teksturnya jadi kurang bagus,” katanya.
Ia juga menyarankan agar loyang atau wadah diolesi sedikit minyak sebelum adonan dituangkan. “Supaya tidak lengket dan mudah dipotong setelah dingin,”ujarnya.
****









