Menu

Mode Gelap
Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Ditahan KPK Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut Titi DJ Buka Suara Usai Sebut Ada yang Lebih Bagus Nyanyikan ‘Sang Dewi’ dari Lyodra Puskesmas Tebing Tinggi Hadirkan Inovasi Cegah Penyakit Menular 3 Eks Pimpinan Lembaga BGN Ditetapkan Jadi Tersangka Terkait Perkara Penyimpangan Tata Kelola MBG Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo

Serba Serbi

Wajik Ketan Gula Merah Masih Lestari sebagai Kuliner Khas Tradisional

badge-check


					Wajik Ketan Gula Merah Masih Lestari sebagai Kuliner Khas Tradisional Perbesar

Wajik ketan gula merah cukup familier sebagai kuliner tradisional. Namun, tidak semua orang berhasil membuat wajik dengan hasil sempurna.

Maya, pelaku usaha kue tradisional, mengungkapkan kualitas bahan menjadi penentu utama.

“Gunakan beras ketan yang bagus dan gula merah asli supaya rasanya keluar. Jangan campur dengan gula biasa terlalu banyak, nanti rasanya kurang khas,”ujarnya.

Ia menjelaskan, ketan harus direndam terlebih dahulu selama beberapa jam agar teksturnya lebih pulen saat dimasak. Setelah itu, ketan dikukus hingga setengah matang, lalu dimasak kembali bersama larutan gula merah dan santan.

” Proses pengadukan ini yang penting, harus sabar supaya tidak gosong dan hasilnya merata,” tambahnya.

Sementara itu, Lilis, menuturkan teknik memasak sangat memengaruhi hasil akhir wajik. “Masak dengan api kecil sambil terus diaduk sampai adonan mengental dan berminyak. Itu tandanya wajik sudah matang dan siap dicetak,” jelasnya.

Menurut Lilis, penggunaan santan juga harus diperhatikan agar tidak pecah saat dimasak. “Gunakan santan segar dan aduk terus supaya tidak pecah. Kalau santan pecah, teksturnya jadi kurang bagus,” katanya.

Ia juga menyarankan agar loyang atau wadah diolesi sedikit minyak sebelum adonan dituangkan. “Supaya tidak lengket dan mudah dipotong setelah dingin,”ujarnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut

4 Juni 2026 - 04:29 WITA

Nilai ekonomi jamu tembus Rp1,2 triliun, BPOM dorong inovasi herbal

3 Juni 2026 - 06:33 WITA

Timnas Basket U18 Putri Indonesia kalahkan Singapura

3 Juni 2026 - 06:28 WITA

Tekad Eksel Runtukahu Maksimalkan Kesempatan Dipanggil Timnas Indonesia

1 Juni 2026 - 10:54 WITA

Waisak 2026 di Borobudur Serukan Perdamaian, Persatuan dan Cinta Kasih bagi Dunia

1 Juni 2026 - 07:00 WITA

Trending di Serba Serbi