Menu

Mode Gelap
Dharma Pongrekun Minta MK Tinjau Ulang UU Kesehatan demi Kedaulatan Bangsa Kisah Ibu di Cilegon: Andalkan Telur Dadar Campur Air, Kini Bersyukur Program MBG Berjalan Lagi Hinca Pandjaitan: Masukan Aktivis Jadi Bahan Penting Penyempurnaan RUU Polri Kaltim lestarikan alat musik tradisional Sampe Dayak sebagai identitas bangsa Dari Hutan Sulawesi ke Panggung Dunia: Kisah Nilam Indonesia yang Menghidupi Ribuan Petani Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Ditahan KPK

Serba Serbi

Tiwi/Fadia siap bongkar strategi Hsu/Lin di babak kedua German Open

badge-check


					Tiwi/Fadia siap bongkar strategi Hsu/Lin di babak kedua German Open Perbesar

Ganda putri Indonesia Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti siap membongkar strategi pasangan Taiwan Hsu Yin-Hui/Lin Jhih-Yun pada babak kedua YONEX German Open di Westenergie Sporthalle, Mülheim an der Ruhr, Jerman, Jumat dini hari WIB.

Pertemuan tersebut akan menjadi yang pertama bagi Tiwi/Fadia sejak dipasangkan, menghadapi Hsu/Lin sebagai satu kombinasi.

“Kami akan menghadapi Hsu Yin-Hui/Lin Jhih-Yun. Saya pernah bertemu dengan pasangan tersebut sebelumnya, tetapi dengan partner yang berbeda,” ujar Tiwi dalam keterangan resmi, Kamis.

Berbekal pengalaman tersebut, pasangan Indonesia tidak ingin hanya mengandalkan memori pertandingan sebelumnya. Mereka menyiapkan evaluasi menyeluruh menjelang laga babak 16 besar.

“Kami akan melakukan evaluasi bersama, berdiskusi dengan pelatih, serta menonton analisis video untuk mempersiapkan strategi yang terbaik menghadapi pertandingan besok,” kata Tiwi.

Tiwi/Fadia melangkah ke babak kedua turnamen BWF World Tour Super 300 itu setelah menyingkirkan pasangan Denmark Kathrine Vang/Mette Werge dengan skor 21-8, 21-14.

Kemenangan dua gim langsung tersebut diraih lewat permainan agresif dan kontrol tempo yang konsisten sejak awal laga. Pada gim pertama, Tiwi/Fadia langsung menerapkan pola permainan cepat dan menekan.

“Alhamdulillah pada pertandingan hari ini kami bisa meraih kemenangan dengan baik. Di gim pertama, kami sudah menerapkan pola permainan seperti yang biasa kami mainkan dan itu berjalan cukup lancar,” ujar Tiwi.

Memasuki gim kedua, lawan mencoba mengubah ritme dengan reli lebih panjang sehingga pasangan Indonesia sempat tertinggal beberapa poin.

“Kami sempat terbawa pola mereka dan tertinggal poin. Tapi kami mencoba tetap mengikuti tempo lebih dulu, lalu ketika ada celah untuk mengubah pola, kami langsung melakukan penyesuaian dan kembali ke permainan yang kami inginkan,” katanya.

Fadia menambahkan kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri, terutama karena perbedaan saat pertandingan dibandingkan sesi latihan.

“Di gim kedua tadi kami sempat sedikit kaget dengan kondisi lapangan. Saat latihan kemarin rasanya cukup berbeda, dan hari ini terasa ada angin yang cukup berpengaruh. Tapi kami segera berkomunikasi lagi di lapangan dan sempat berdiskusi dengan pelatih untuk menenangkan diri dan menyesuaikan permainan,” ujar Fadia.

Ia juga mengakui suasana turnamen kali ini terasa berbeda karena jumlah pemain Indonesia yang tampil tidak sebanyak biasanya. Meski demikian, fokus mereka tetap terjaga, terlebih keduanya tengah memburu tambahan poin peringkat dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kaltim lestarikan alat musik tradisional Sampe Dayak sebagai identitas bangsa

5 Juni 2026 - 06:01 WITA

Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut

4 Juni 2026 - 04:29 WITA

Nilai ekonomi jamu tembus Rp1,2 triliun, BPOM dorong inovasi herbal

3 Juni 2026 - 06:33 WITA

Timnas Basket U18 Putri Indonesia kalahkan Singapura

3 Juni 2026 - 06:28 WITA

Tekad Eksel Runtukahu Maksimalkan Kesempatan Dipanggil Timnas Indonesia

1 Juni 2026 - 10:54 WITA

Trending di Serba Serbi