Menu

Mode Gelap
Polri Tahan 2 Tersangka Kasus Korupsi Pembiayaan Pengadaan Batu Bara JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung DPR Gerah PNS Dapat Pensiun Seumur Hidup, Kerja Enggak Seberapa APH Didesak Tangkap Kades Kayumban, Atas Dugaan Korupsi ADD Miliaran Rupiah Spanyol Hadapi Gelombang Panas Ketiga, Suhu Bisa Capai 45 Derajat Celsius Kurangi Ketergantungan Gawai, KKN Unhas Edukasi Siswa SD Permainan Tradisional di Bone

Serba Serbi

Tim panjat tebing targetkan hasil maksimal di seri Madrid 2026

badge-check


					Tim panjat tebing targetkan hasil maksimal di seri Madrid 2026 Perbesar

Tim panjat tebing Indonesia menargetkan hasil lebih bagus dalam World Climbing Series Madrid 2026, di Spanyol, 28-31 Mei, setelah hanya membawa pulang satu medali perunggu pada seri Wujiang, di China, pada dua pekan lalu.

Pelatih panjat tebing disiplin speed Indonesia Galar Pandu Asmoro mengatakan timnya membawa target tampil lebih bagus dibandingkan seri sebelumnya, guna mengharumkan nama bangsa dan negara.

“Untuk disiplin speed, ini merupakan seri kedua di musim ini, jadi tentu kami ingin lebih bagus dari seri pertama di Wujiang karena ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, pada September,” ujar dia menjelang keberangkatan tim ke Spanyol, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu.

Galar menjelaskan, untuk menghadapi seri tersebut, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) menurunkan tujuh atlet guna berjuang di Alcobendas, Madrid dan mulai bertanding pada 30 Mei.

Ketujuh atlet itu terbagi atas empat putra dan tiga putri. Mereka adalah Veddriq Leonardo, Antasyafi Robby Al Hilmi, Raharjati Nursamsa, dan Aditya Tri Syahria. Sedangkan sektor putri diisi oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Salsabillah, dan Berthdigna Devi Surya Kusuma.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Indonesia rencananya juga memasukkan nama Kiromal Katibin dalam daftar yang dipersiapkan tampil. Namun, atlet itu batal berpartisipasi setelah mengalami cedera menjelang keberangkatan.

Galar menambahkan, persaingan nomor speed pada musim ini semakin ketat karena banyak negara terus menunjukkan peningkatan catatan waktu.

Oleh sebab itu, para atlet Indonesia diharapkan mampu mengeluarkan kemampuan terbaik, serta menjaga konsistensi penampilan sejak babak kualifikasi.

Pada seri Wujiang, tim Merah Putih hanya mampu membawa pulang satu medali perunggu melalui Desak Made.

Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi tim pelatih untuk meningkatkan performa para atlet pada seri Madrid yang diselenggarakan oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC), sekaligus mengasah kemampuan untuk Asian Games 2026.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung

20 Juli 2026 - 06:27 WITA

Kurangi Ketergantungan Gawai, KKN Unhas Edukasi Siswa SD Permainan Tradisional di Bone

19 Juli 2026 - 06:10 WITA

Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala

17 Juli 2026 - 06:02 WITA

Wimbledon Jadi Bekal Berharga Petenis Muda Indonesia Ethan Jake Frans

14 Juli 2026 - 06:44 WITA

Tak Banyak yang Tahu, 5 Kuliner Indonesia Ini Lahir dari Kemiskinan

13 Juli 2026 - 06:37 WITA

Trending di Serba Serbi