Menu ✖

Mode Gelap
Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri Tanamkan Cinta Bahari Sejak Dini, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 Sambut Kunjungan Pelajar di Nunukan Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar

Warta Internasional

Sekjen PBB Sambut Baik Gencatan Senjata Lebanon-Israel, Dukung Upaya Damai

badge-check


					Sekjen PBB Sambut Baik Gencatan Senjata Lebanon-Israel, Dukung Upaya Damai Perbesar

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik pengumuman kesepakatan gencatan senjata di Lebanon dan menegaskan siap mendukung upaya menuju perdamaian, kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric pada Kamis (16/4/2026).

“Saya baru saja berbicara dengan Sekretaris Jenderal, yang mengatakan dengan jelas menyambut baik langkah-langkah yang akan mengakhiri permusuhan dan penderitaan di kedua sisi garis biru,” kata Dujarric selama konferensi pers.

Dujarric menambahkan bahwa PBB, melalui misi politik dan perdamaian akan terus mendukung upaya-upaya menuju perdamaian.

Sebelumnya pada hari itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sepakat untuk memulai gencatan senjata selama 10 hari pada Kamis (16/4) malam untuk mencapai perdamaian.

Selanjutnya Trump disebut akan mengundang kedua pemimpin tersebut untuk mengunjungi Washington dan mengadakan pembicaraan yang bermakna.

Selain itu, Dujarric juga mengkonfirmasi laporan tentang penghancuran jembatan di atas bagian selatan Lebanon dari Sungai Litani, memperingatkan bahwa lebih dari seratus ribu orang telah terisolasi.

“Serangan hari ini di Jembatan Qasmiya, yang merupakan jalur penting menuju Tyre melintasi Sungai Litani, telah semakin memutus akses ke daerah-daerah di selatan sungai tersebut, dan hal itu berdampak pada lebih dari 106.000 orang karena hanya satu penyeberangan yang tersedia saat ini,” tambah Dujarric.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan pesawat Israel menyerang jembatan tersebut dua kali, dan drone Israel menyerang kendaraan di dekat jembatan sebelum serangan udara yang mengakibatkan satu orang tewas.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara

21 Oktober 2026 - 02:33 WITA

Singapura Layangkan Peringatan ke 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap

17 Oktober 2026 - 03:38 WITA

RI Dorong ACAFTA Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM

15 Oktober 2026 - 06:45 WITA

PBB Desak Investigasi Serangan Terhadap Bandara Internasional Riyadh

13 Oktober 2026 - 04:33 WITA

Indonesia Juara Umum Kompetisi Olahraga-Budaya ISCG 2026 di Pakistan

10 Oktober 2026 - 05:03 WITA

Trending di Warta Internasional