Menu

Mode Gelap
Sosok Ibrahim Al Abrar, Bocah SD Boyolali Penemu Celah Keamanan Web NASA Eks Pejabat Dinas PUTR Batu Bara Divonis 6 Tahun di Kasus Korupsi Jalan Rp 43 M Kisah April DA7 yang Menginspirasi, Ketekunan Bawa Dirinya dari Jalanan ke Dunia Hiburan Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi dan Mesin Baru Kemakmuran Rakyat Ledakan Gudang Amunisi Tewaskan 1 Prajurit dan Enam Lainnya Terluka, TNI AD Bentuk Tim Investigasi 1,2 Juta NIK Warga Miskin Dibobol, Ombudsman Desak Dinsos-Diskomdigi Benahi Sistem Keamanan Digital

Warta Internasional

Kemlu Kecam Penculikan Relawan & Jurnalis Indonesia oleh Israel

badge-check


					Kemlu Kecam Penculikan Relawan & Jurnalis Indonesia oleh Israel Perbesar

Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan Israel yang melakukan aksi pencegatan dan penculikan terhadap sejumlah relawan yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.

Rombongan WNI dan sejumlah masyarakat lintas negara tersebut diculik oleh serdadu Israel saat melintas di perairan laut Kepulauan Siprus, Mediterania Timur. Dua jurnalis Republika, yaitu Bambang Noroyono dan Thoudy Badaidi, dalam rombongan itu, ikut diculik.

“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Yvonne Mewengkang, dalam keterangan pers tertulis, Senin (18/5/2026).

Kemlu saat ini sedang mengupayakan kontak dengan Bambang alias Abeng, jurnalis yang ikut diculik guna mengetahui posisi saat ini dan status kapal yang digunakannya tersebut.

“Kapal yang membawa jurnalis atas nama Bambang Noroyono sampai saat ini masih dicoba dihubungi untuk mengetahui status dari kapal termasuk Saudara Bambang Noroyono di kapal tersebut,” jelasnya.

Yvonne menegaskan pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk membebaskan seluruh WNI dan awak misi kemanusiaan lintas kewarganegaraan tersebut. Indonesia berharap seluruh awak kapal tersebut dapat melanjutkan misi kemanusiaan menuju Palestina demi penyaluran bantuan.

“Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” tegasnya.

Dalam proses penyelamatan, Kemlu mengerahkan Direktorat Perlindungan WNI yang berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman. Kemlu berharap langkah antisipatif tersebut dapat memastikan keselamatan dan percepatan proses pemulangan para WNI yang masih tersandera.

“Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan,” ungkap Yvonne.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kelab Malam di Thailand Terbakar Habis, 27 Orang Tewas-22 Kritis

13 Juli 2026 - 06:49 WITA

2 Jet Tempur Tabrakan di Udara Gegara Pilot Selfie, AU Minta Maaf

6 Juli 2026 - 03:29 WITA

Korea Selatan Gratiskan Biaya Visa Buat Turis

2 Juli 2026 - 06:28 WITA

Malaysia Turunkan Harga BBM per 1 Juli

28 Juni 2026 - 10:26 WITA

Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang

27 Juni 2026 - 01:46 WITA

Trending di Warta Internasional