Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Teken Perpres Kesehatan, Atur Integrasi Layanan dari Pusat hingga Desa Rossa Sebut Nama Baiknya Dijadikan Ajang Cari Cuan Clickbait Lewat Link Afiliasi Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan Harga BBM Pertamina Naik, Pertamax Turbo Melejit Jadi Rp19.400 Potret Gereja Pertama IKN, Ada Makna di Balik Desain Indahnya Komisi IX DPR RI Dorong Optimalisasi Program Magang untuk Kurangi Pengangguran Sarjana

Warta Utama

Ritual Mecak Undat Datah Bilang Diwarnai Lomba Tradisional dan Kesenian

badge-check


					Ritual Mecak Undat Datah Bilang Diwarnai Lomba Tradisional dan Kesenian Perbesar

Masyarakat adat Dayak Kenyah di Kabupaten Mahakam Ulu menggelar ritual adat Mecak Undat Lepek Majau sebagai ungkapan syukur atas hasil panen padi ladang kering yang telah sejak lama dikerjakan. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam siklus pertanian masyarakat yang masih menjaga nilai-nilai kearifan lokal daerah.

Pelaksanaan ritual berlangsung di Kampung Datah Bilang Baru dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Selain prosesi adat, kegiatan juga dimeriahkan dengan beragam olahraga tradisional dan lomba kesenian lokal.

Berbagai perlombaan yang digelar antara lain belogo, begasing, hingga menyumpit. Kegiatan tersebut menarik partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan dan menjadi sarana pelestarian budaya daerah.

Tidak hanya sebagai hiburan, perlombaan ini juga memiliki makna filosofis yang berkaitan erat dengan tahapan dalam sistem pertanian tradisional masyarakat Dayak Kenyah. Setiap permainan mencerminkan proses yang dilalui sejak awal hingga akhir masa bercocok tanam.

Kepala Adat Kampung Datah Bilang Baru, Jalung Bit, menjelaskan bahwa olahraga tradisional dan kesenian yang dilombakan memiliki nilai simbolis yang mendalam. Hal tersebut menjadi bagian dari edukasi budaya bagi generasi muda.

“Olahraga tradisional dan kesenian yang dilombakan bukan hanya kegiatan seremonial dan hiburan semata, melainkan melambangkan makna dari masa tahap pertanian,” ujar Bit, Jumat, 17 April 2026.

Ia menambahkan bahwa setiap jenis permainan menggambarkan tahapan pertanian, mulai dari proses menebas lahan, menanam, hingga masa panen. Tradisi ini menjadi cara masyarakat dalam menjaga ingatan kolektif terhadap budaya leluhur.

“Permainan seperti belogo, begasing, menyumpit dan lainnya menggambarkan perjalanan pertanian sejak musim menebas, menanam sampai dengan masa panen,” ucapnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Viral Kisah Pilu Sri Apriliani: Hidup Sebatang Kara di Rumah Tak Layak, Menabung Meski Serba Kurang

16 April 2026 - 05:59 WITA

Anak Jalanan-Pengemis Berkeliaran di Mataram Mall, Warga Mengeluh

13 April 2026 - 02:35 WITA

Saksikan Penyerahan Rp11,42 Triliun dan Ratusan Ribu Hektare Lahan Hasil Penyelamatan ke Negara, Prabowo: Kewenangan yang diberikan oleh UUD 45 kepada Presiden RI, saya akan gunakan untuk tegakkan hukum tanpa pandang bulu

11 April 2026 - 06:46 WITA

Veronica Tan Ungkap Kemiskinan Picu Maraknya Kasus Pernikahan Dini di Indonesia

10 April 2026 - 06:13 WITA

Rumah Saksi Kasus Ade Kuswara Dibakar, KPK Koordinasi dengan LPSK

9 April 2026 - 05:45 WITA

Trending di Warta Utama