Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Serba Serbi

Refleksi Hari Krida Pertanian, Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Tantangan Iklim

badge-check


					Refleksi Hari Krida Pertanian, Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Tantangan Iklim Perbesar

Hari Krida Pertanian yang diperingati setiap 21 Juni menjadi momentum untuk merefleksikan upaya menjaga ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim hingga fluktuasi harga pangan. Perubahan pola cuaca yang semakin sulit diprediksi menjadi salah satu tantangan bagi sektor pertanian.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi produktivitas lahan dan hasil panen di sejumlah daerah. Di sisi lain, pemerintah juga dituntut menjaga stabilitas harga pangan agar tetap terjangkau bagi masyarakat tanpa mengabaikan kesejahteraan petani sebagai produsen.

Penguatan cadangan pangan menjadi salah satu langkah yang ditempuh pemerintah untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar domestik.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 18 Juni 2026, stok beras yang dikelola Perum Bulog mencapai 5,2 juta ton. Cadangan tersebut dimanfaatkan sebagai instrumen pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna mengantisipasi gejolak harga di tingkat konsumen.

Pemerintah juga melanjutkan program bantuan pangan beras yang menyasar 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Langkah ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas harga pangan di berbagai daerah.

Selain menjaga ketersediaan pangan, perhatian juga diarahkan pada kesejahteraan petani sebagai ujung tombak produksi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Mei 2026 mencapai 127,73 atau meningkat 1,99 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan NTP tersebut menunjukkan bahwa pendapatan yang diterima petani dari hasil panen tumbuh lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kebutuhan produksi maupun konsumsi rumah tangga.

Pemerintah menilai tren tersebut perlu terus dijaga agar sektor pertanian tetap memberikan nilai ekonomi yang layak sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke bidang agraria.

Di sisi lain, sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang perekonomian nasional. Pada kuartal I 2026, sektor ini tercatat memberikan kontribusi sebesar 12,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Meski demikian, tantangan perubahan iklim dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diantisipasi. Pola cuaca yang tidak menentu berpotensi memengaruhi luas tanam maupun produktivitas di sejumlah wilayah sentra pangan.

Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai program penguatan produksi, antara lain melalui pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, serta Gerakan Tanam Serempak. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga indeks pertanaman sekaligus memastikan produksi pangan tetap terjaga di tengah dinamika iklim.

Momentum Hari Krida Pertanian juga menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada besarnya cadangan pangan, tetapi juga pada keberlanjutan produksi, kesejahteraan petani, serta kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat sistem pangan nasional.

Dengan langkah tersebut, diharapkan sektor pertanian tetap mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim pada masa mendatang.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Panen Perdana AMA di Liagu, Petambak Masih Evaluasi Hasil Budidaya

14 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober: Beras Naik, Cabai Melonjak

12 Oktober 2026 - 05:11 WITA

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

10 Oktober 2026 - 04:58 WITA

Trending di Serba Serbi