Menu

Mode Gelap
Pemda Buru dan Pemilik Lahan Sepakat Akhiri Konflik Warga Peduli Kesehatan Warga Pedalaman, Satgas Banau Jemput Bola Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo, Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi Crane Proyek Kereta Cepat Roboh, Sedikitnya 22 Orang Tewas Sisa Kuota Internet Hangus, Dua Warga Wadul MK Kisah Inspiratif: Penjual Es Kelapa Daftarkan 24 Keluarga untuk Haji

Warta Parlement

Rahayu Saraswati Bantah Mundur dari DPR karena Jadi Menpora

badge-check


					Rahayu Saraswati Bantah Mundur dari DPR karena Jadi Menpora Perbesar

Politikus Partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyangkal kabar ia akan menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga atau Menpora.

Keponakan Presiden Prabowo Subianto itu mengatakan keputusannya mundur sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat tidak ada kaitannya dengan peluang masuk kabinet.

“Ini tidak ada kaitannya dengan jabatan Menpora – kalau itu tujuannya, saya tidak perlu mundur dari DPR RI,” kata Saras melalui keterangan dalam sebuah unggahan di Instagram pada Senin, 15 September 2025.

Dalam postingan itu, ia membagikan laporan kerjanya sebagai anggota dewan pada masa sidang ke-IV.

Menurut Saras, selama Prabowo menjabat sebagai presiden, hampir mustahil ia akan menjadi menteri di kabinet.

“Di DPR yang di mana saya terpilih langsung oleh rakyat saja saya dituduh dapat karena saya keponakan, apalagi menteri,” tulis Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Kursi Menpora di Kabinet Prabowo saat ini masih kosong. Prabowo mencopot politikus Golkar, Dito Ariotedjo, sebagai Menpora pada Senin, 8 September, 2025. Namun, sampai saat ini, Prabowo belum mengumumkan siapa kandidat pengganti Dito.

Saraswati mengundurkan diri sebagai anggota Dewan pada 10 September 2025. Hal itu ia umumkan melalui video yang diunggah di akun Instagram-nya.

Ia mengatakan pengunduran dirinya sebagai anggota DPR berkaitan dengan pernyataan yang pernah ia lontarkan di siniar Antara TV pada Februari 2025 soal penyediaan lapangan pekerjaan.

Video yang dimaksud Saraswati tayang di siniar Antara TV dengan judul “Rahayu Saraswati Kupas Isu Perempuan hingga Kolaborasi Ekonomi Kreatif” yang tayang pada 28 Februari 2025. Video itu memiliki durasi 42 menit.

Saraswati mengatakan pernyataannya itu dipotong oleh orang tak dikenal dan menyulut api amarah masyarakat pada pertengahan Agustus.

Saraswati menyatakan bertanggung jawab atas pernyataan tersebut. Dia pun meminta maaf karena telah menyakiti masyarakat.

“Saya paham bahwa kata-kata saya telah menyakiti banyak pihak, terutama yang saat ini masih berjuang untuk menghidupi keluarganya,” kata putri Hashim Djojohadikusumo itu.

Dua hari sebelum pengunduran diri Rahayu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengumpulkan anggota DPR dari partainya di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Lokasi tersebut merupakan rumah pribadi Prabowo. Saraswati turut hadir dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin malam, 8 September 2025.

Dalam pertemuan di Kertanegara, Prabowo memberikan peringatan bagi para anggota Fraksi Gerindra di DPR agar menjaga ucapan.

Prabowo menyebut mereka tidak boleh menyakiti hati rakyat. Selain itu, Prabowo juga melarang kader-kadernya untuk melakukan perilaku pamer harta yang dia sebut sebagai flexing. Pertemuan itu berlangsung secara tertutup.

Menurut Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono yang juga hadir dalam pertemuan, Prabowo meminta anggota DPR partainya untuk menjaga ucapan serta tingkah laku.

“Menjaga gaya hidup agar tidak berlebihan, tidak menyakiti masyarakat, dan bisa menjadi representasi yang baik,” kata Sugiono setelah keluar dari rumah Prabowo, Senin malam 8 September 2025.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KUHP dan KUHAP Baru Dijamin Tidak Akan Pidana Sewenang-wenang terhadap Pengkritik Pemerintah

12 Januari 2026 - 05:11 WITA

Revisi KUHAP Atur Pemeriksaan Tersangka Wajib Diawasi CCTV Rekaman

28 Desember 2025 - 09:09 WITA

Senator Stefa Bersama Pemda dan Bulog Menggelar GPM di Sulut

21 Desember 2025 - 10:56 WITA

DPD RI-Dewan Federasi Rusia Perkuat Diplomasi Parlemen

3 Desember 2025 - 11:51 WITA

Komisi III Luruskan Lagi Isu Penyadapan-Penyitaan Jelang Pengesahan RKUHAP

19 November 2025 - 10:20 WITA

Trending di Warta Parlement