Menu ✖

Mode Gelap
Korupsi Tunjangan Rp 18,79 M, Wabup Indramayu Syaefudin Ditahan Kejati Jabar Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028 Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Tegaskan Capaian Strategis: Kita Berada di Jalur yang Benar Pangdam XIII/Merdeka Tegaskan Kawal Program Nasional Budidaya Anggur Impor Buka Peluang Ekonomi Desa Pejarakan Kapolri Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Terbesar di Indonesia

Serba Serbi

Pemerintah perkuat peran generasi muda melalui Mangrove Goes To School

badge-check


					Pemerintah perkuat peran generasi muda melalui Mangrove Goes To School Perbesar

Pemerintah terus memperkuat peran generasi muda dalam membangun ketahanan pesisir Indonesia melalui program Mangrove Goes To School (MGTS) yang menyasar mahasiswa dan pelajar.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi komunikasi publik dan edukasi lingkungan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran, kepedulian, serta kepemimpinan generasi muda sebagai garda terdepan rehabilitasi mangrove berkelanjutan.

Direktur Rehabilitasi Mangrove Kementerian Kehutanan Nikolas Nugroho Surjobasuindro mengatakan bahwa generasi muda memiliki peran kunci dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir Indonesia.

“Rehabilitasi mangrove membutuhkan keberlanjutan lintas generasi. Melalui Mangrove Goes To School, kami menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memahami pentingnya mangrove, tetapi juga memiliki kepemimpinan, kepedulian, dan keberanian untuk terlibat langsung sebagai agen perubahan,” ujar Nikolas di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).

Dalam kurun waktu empat bulan pelaksanaan, MGTS telah menjangkau lebih dari 2.000 peserta, yang terdiri atas mahasiswa dan pelajar sekolah menengah atas(SMA) di sembilan provinsi.

Kegiatan itu dilaksanakan di sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Gadjah Mada, IPB University, Universitas Jambi, Universitas Udayana, Universitas Riau, dan Universitas Maritim Raja Ali Haji yang dipilih karena kedekatannya dengan wilayah pesisir dan DAS prioritas serta peran strategisnya dalam pengembangan ilmu dan aksi lingkungan. Program tersebut juga menjangkau empat SMA di kawasan pesisir guna menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia sekolah.

Kegiatan dari program MGTS terdiri dari kuliah umum, gelar wicara interaktif, diskusi tematik, dan sesi berbagi praktik lapangan. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai peran mangrove sebagai benteng alami pesisir, penyerap karbon biru (blue carbon), pelindung keanekaragaman hayati, serta pengungkit ekonomi masyarakat pesisir.

Tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, MGTS juga mendorong lahirnya aksi nyata. Hingga saat ini, program tersebut telah memicu dorongan dan antusiasme pelajar dalam pengembangan kegiatan rehabilitasi mangrove seperti proposal riset mahasiswa, kampanye lingkungan berbasis media sosial, pembentukan komunitas peduli mangrove di kampus dan sekolah, hingga keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan rehabilitasi mangrove di daerah masing-masing.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028

24 Oktober 2026 - 09:56 WITA

BMKG: Keindahan Hunter’s Moon pada 26 Oktober 2026

23 Oktober 2026 - 04:17 WITA

Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional

21 Oktober 2026 - 02:27 WITA

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Trending di Serba Serbi