Menu

Mode Gelap
Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Ditahan KPK Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut Titi DJ Buka Suara Usai Sebut Ada yang Lebih Bagus Nyanyikan ‘Sang Dewi’ dari Lyodra Puskesmas Tebing Tinggi Hadirkan Inovasi Cegah Penyakit Menular 3 Eks Pimpinan Lembaga BGN Ditetapkan Jadi Tersangka Terkait Perkara Penyimpangan Tata Kelola MBG Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo

Serba Serbi

Petani Desa Bumi Asih genjot produksi padi perkuat ketahanan pangan

badge-check


					Petani Desa Bumi Asih genjot produksi padi perkuat ketahanan pangan Perbesar

Petani asal Desa Bumi Asih Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, terus menggenjot produksi padi sawah untuk memperkuat ketahanan pangan di “Bumi Saijaan”.

Ketua Kelompok Tani Desa Bumi Asih Kecamatan Kelumpang Selatan, Suli Sarwono, di Batulicin, Selasa, mengatakan pada periode ini jumlah produksi padi yang dihasilkan oleh petani di Bumi Asih ada peningkatan yang signifikan.

“Pada periode 2025 jumlah produksi padi di Bumi Asih sebanyak 625 ton gabah kering panen (GKP), tahun ini meningkat sekitar 2,88 persen, atau sekitar 643,5 ton GKP,” kata Suli.

Ia menerangkan, varietas atau bibit unggul dan pola penanganan penyakit yang tepat menjadi kunci keberhasilan produksi padi, bahkan pada tahun ini curah hujan yang cukup baik sangat mendukung dalam memenuhi kebutuhan air di sawah.

Lahan seluas sawah di Desa Bumi Asih yang mencapai 90 hektare tersebut dikelola oleh Kelompok tani Maju Makmur seluas 25 hektare, kelompok tani Sido Makmur seluas 25 hektare, Karya bakti seluas 18 hektare dan kelompok tani Harapan Baru mengelola lahan seluas 22 hektare.

Rata-rata para petani melakukan tanam padi  dua sampai tiga kali tanam dalam satu tahun, bahkan target tahun ini produksi padi akan digenjot lebih maksimal lagi dengan menambah jumlah tanam hingga empat kali dalam datu tahun.

Jenis benih yang digunakan menggunakan jenis hibrida mapan 05. Sedangkan jenis inprida inpari nutrizink dan inpari 32.

“Teknik budidaya yang dilakukan menggunakan sistem jajar legowo (Jarwo) super dengan perbandingan dua banding satu, tiga banding satu, empat banding satu dan lima banding satu,” terang Suli.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut

4 Juni 2026 - 04:29 WITA

Nilai ekonomi jamu tembus Rp1,2 triliun, BPOM dorong inovasi herbal

3 Juni 2026 - 06:33 WITA

Timnas Basket U18 Putri Indonesia kalahkan Singapura

3 Juni 2026 - 06:28 WITA

Tekad Eksel Runtukahu Maksimalkan Kesempatan Dipanggil Timnas Indonesia

1 Juni 2026 - 10:54 WITA

Waisak 2026 di Borobudur Serukan Perdamaian, Persatuan dan Cinta Kasih bagi Dunia

1 Juni 2026 - 07:00 WITA

Trending di Serba Serbi