Menu

Mode Gelap
Sosok Ibrahim Al Abrar, Bocah SD Boyolali Penemu Celah Keamanan Web NASA Eks Pejabat Dinas PUTR Batu Bara Divonis 6 Tahun di Kasus Korupsi Jalan Rp 43 M Kisah April DA7 yang Menginspirasi, Ketekunan Bawa Dirinya dari Jalanan ke Dunia Hiburan Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi dan Mesin Baru Kemakmuran Rakyat Ledakan Gudang Amunisi Tewaskan 1 Prajurit dan Enam Lainnya Terluka, TNI AD Bentuk Tim Investigasi 1,2 Juta NIK Warga Miskin Dibobol, Ombudsman Desak Dinsos-Diskomdigi Benahi Sistem Keamanan Digital

Serba Serbi

Kisah Haru Ibu Anis, Terjang Cemas Dampingi Anak Sakit Demi Tembus Psikologi UNAIR

badge-check


					Kisah Haru Ibu Anis, Terjang Cemas Dampingi Anak Sakit Demi Tembus Psikologi UNAIR Perbesar

Di balik ketatnya persaingan ujian jalur mandiri, ada doa dan perjuangan ibu yang tak pernah putus untuk anak semata wayangnya. Ia adalah Ibu Anis, seorang ibu yang mendampingi putrinya Asal Denpasar, Bali demi mengejar impian kuliah di Program Studi Psikologi UNAIR.

Demi memastikan sang buah hatinya bisa mengikuti ujian dengan tenang dan tanpa terburu-buru, Ibu Anis dan putrinya sengaja ke Surabaya berangkat menggunakan pesawat satu hari sebelum jadwal ujian. Begitu tiba di Surabaya, mereka langsung menuju penginapan dan menyempatkan diri untuk melakukan survei lokasi ujian di kampus UNAIR sore harinya.

“Kemarin saya sempat survey lokasi ujian terlebih dahulu, agar tidak bingung mencari-cari saat tes,” ujarnya.

​Namun, tantangan berat tak terduga menghampiri mereka tepat di malam sebelum ujian. sang anak mengalami mulas dan demam tinggi hingga badannya menggigil. Meski kondisi fisiknya menurun menjelang ujian, remaja lulusan SMA IT Albanna Bali tersebut menolak menyerah dan memaksakan diri untuk masuk ke ruang ujian.

“Saya bilang kepada anak saya untuk kuat menghadapi ujian demi cita-cita dan impian. Ditahan dulu sakitnya gitu,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, Ibu Anis dengan sigap berupaya mencari apotek dan minimarket terdekat. Ia mencarikan obat untuk putrinya di area minimarket di sekitar area kampus agar demamnya bisa segera turun begitu ujian selesai.

Menurut sang ibu, kecintaan Sazia terhadap UNAIR memang sudah terlihat sejak lama. Ibu Anis menceritakan bahwa putrinya sudah aktif mengikuti bimbingan belajar sejak awal kelas 3 SMA demi bisa menembus jurusan psikologi di kampus pilihannya tersebut.

Bahkan, Sazia sebelumnya pernah secara mandiri mendaftar dan mengikuti olimpiade psikologi yang diselenggarakan oleh UNAIR. Hal itu ia lakukan demi bisa merasakan langsung atmosfer kampus dan mengenali karakteristik soal-soal ujiannya.

Pasalnya, Sazia mengikuti jalur masuk UNAIR ini sejak dari jalur SNBP dan SNBT dengan prodi yang sama yakni psikologi. Namun, kegagalan tidak mematahkan semangat Sazia untuk kembali mencoba peruntungan di jalur Mandiri. ​Melihat kerja keras sang putri yang begitu luar biasa, Ibu Anis mengaku hanya bisa memasrahkan hasil akhir kepada Tuhan dan siap memberikan dukungan penuh apapun jalurnya.

​”Dia sudah merasa berusaha maksimal saya lihat itu. Ya takdir lagi ya, terserah Allah menaruh dimana nanti. Saya lihat dia sudah usaha maksimal. Dukungan dari kita (orang tua) juga sudah maksimal, doa dan materi,” tutur Ibu Anis dengan penuh ketulusan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala

17 Juli 2026 - 06:02 WITA

Wimbledon Jadi Bekal Berharga Petenis Muda Indonesia Ethan Jake Frans

14 Juli 2026 - 06:44 WITA

Tak Banyak yang Tahu, 5 Kuliner Indonesia Ini Lahir dari Kemiskinan

13 Juli 2026 - 06:37 WITA

Viral Pengantin di Jambi Sparing Tinju di Pelaminan

12 Juli 2026 - 03:38 WITA

Puluhan Inovasi Hayati dan Lingkungan Dipamerkan BRIN dalam Expo ORHL 2026

11 Juli 2026 - 05:38 WITA

Trending di Serba Serbi