Menu

Mode Gelap
Gema Takbir di Paris, Diaspora Indonesia Rasakan Kehangatan Iduladha Bersama Presiden Prabowo Berkah Iduladha, Rusdi Raup Rezeki Kertas Bekas Alas Salat Id KPK ungkap Harno Trimadi terima gratifikasi dari kepala Balai Kemenhub Wapres Gibran sapa masyarakat usai shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal Presiden Prabowo Sampaikan Taklimat kepada Seribu Perwira Siswa TNI dan Polri Mantan Bupati Taliabu Aliong Mus Jadi Tersangka Korupsi Pembangunan Rumah Dinas Senilai Rp17,5 M

Warta Parlemen

Ketua MPR-RI, Muzani: Indonesia Bisa Keluar BoP dengan Kesepakatan

badge-check


					Ketua MPR-RI, Muzani: Indonesia Bisa Keluar BoP dengan Kesepakatan Perbesar

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyebut Indonesia memiliki peluang terbuka untuk keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP) alias Dewan Perdamaian, menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah.

Kendati demikian, Muzani menegaskan langkah tersebut harus didasari oleh kesepakatan bersama.

Hal ini disampaikan Muzani usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026). Menurutnya, Presiden telah beberapa kali menyinggung kemungkinan tersebut.

“Bagi Indonesia masuk dan keluar BoP adalah sesuatu yang bisa saja terjadi seperti beberapa kali disebutkan oleh Presiden. Kita bisa saja kapan saja bisa keluar,” kata Muzani.

“Tetapi sekali lagi itu harus atas kesepakatan bersama-sama,” lanjutnya.

Muzani menjelaskan, mandat utama BoP seharusnya menciptakan perdamaian dan memuluskan gencatan senjata (ceasefire).

Forum ini merupakan bagian dari upaya mempercepat proses kemerdekaan, pembangunan, rekonstruksi, serta rehabilitasi Palestina.

Selain isu BoP, Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra ini juga meneruskan pesan Prabowo yang mengajak seluruh rakyat memperkuat persatuan.

Ajakan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di negara-negara Teluk pascaserangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Situasi ini dikhawatirkan memicu polarisasi di masyarakat.

“Karena situasi global seperti sekarang ini memudahkan masyarakat berpikir, menurut cara pandang masing-masing, dan itu berpotensi untuk merusak keharmonisan kita, keakraban kita dan kekompakan kita dalam berbangsa dan bernegara,” ujar Muzani.

Ia menekankan, setiap langkah diplomasi dan kebijakan internasional pemerintah diambil semata-mata demi kepentingan nasional.

Presiden berkomitmen menjaga kedaulatan negara di tengah situasi dunia yang tidak menentu.

“Presiden selalu mengatakan bahwa apa yang dilakukannya adalah demi untuk bangsa dan negara, demi menjaga persatuan, demi menjaga keutuhan, demi NKRI, dan demi keutuhan Republik Indonesia,” pungkasnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Blackout Sumatra, Ketua DPD Dorong Cadangan Listrik UPS di Daerah

25 Mei 2026 - 06:30 WITA

Komisi III DPR-RI Soroti Kriminalisasi Pejuang Agraria

19 Mei 2026 - 02:19 WITA

Bangun Kesadaran Kolektif Antisipasi Meluasnya Potensi Ancaman Virus Hanta di Tanah Air

15 Mei 2026 - 08:19 WITA

Waka MPR: Persoalan Guru Jangan Dipahami Urusan Administratif Semata

12 Mei 2026 - 07:31 WITA

Tanamkan Nilai Kebangsaan Siswa, Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Digelar di MAN 2 Mataram

7 Mei 2026 - 03:50 WITA

Trending di Warta Parlemen