Menu

Mode Gelap
Polri Tahan 2 Tersangka Kasus Korupsi Pembiayaan Pengadaan Batu Bara JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung DPR Gerah PNS Dapat Pensiun Seumur Hidup, Kerja Enggak Seberapa APH Didesak Tangkap Kades Kayumban, Atas Dugaan Korupsi ADD Miliaran Rupiah Spanyol Hadapi Gelombang Panas Ketiga, Suhu Bisa Capai 45 Derajat Celsius Kurangi Ketergantungan Gawai, KKN Unhas Edukasi Siswa SD Permainan Tradisional di Bone

Warta Parlemen

Ketua MPR dan Ketum Muhammadiyah bahas dinamika geopolitik global

badge-check


					Ketua MPR dan Ketum Muhammadiyah bahas dinamika geopolitik global Perbesar

Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir membahas dinamika geopolitik global dalam pertemuan di Bantul, Yogyakarta, pada Minggu (5/4) malam.

Dalam kunjungan itu, Muzani menyampaikan titipan salam dari Presiden Prabowo Subianto untuk para ulama hingga pimpinan pondok pesantren di sana.

“Saya menyampaikan kabar ini kepada beliau (Presiden Prabowo) bahwa saya akan berkunjung ke Yogyakarta dan beliau menyampaikan salam hormat kepada tokoh-tokoh, para ulama, para pimpinan pondok pesantren yang akan kami kunjungi, termasuk kepada Prof. Haedar dan Ibu Haedar,” kata Muzani dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/4/2025).

Pertemuan itu merupakan rangkaian kunjungan kerja Ketua MPR Muzani ke Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Haedar menjelaskan dalam pertemuan itu, dirinya dan Muzani mendiskusikan bahwa persatuan merupakan modal terkuat dalam menghadapi situasi politik global dewasa ini.

“Kami mendiskusikan bahwa modal terkuat kita adalah persatuan. Jadi, ketika kita bersatu menghadapi situasi politik global seberat apa pun itu, Indonesia insyaallah akan mampu menghadapinya,” ujarnya.

Dia juga menilai kepemimpinan Prabowo memiliki komitmen dalam menjaga kedaulatan dan nilai-nilai kemanusiaan di kancah global.

“Dan kami percaya bahwa Presiden Prabowo dengan semangat konstitusional dan menjaga kedaulatan Indonesia akan membawa Indonesia pada prinsip-prinsip kemerdekaan, keadilan, dan keadaban atau kemanusiaan yang beradab di dalam membawa orientasi politik global, termasuk membela Palestina,” katanya.

Selain itu, Haedar dan Muzani turut mendiskusikan langkah menjadi negara maju. Menurut Haedar, pembangunan sumber daya manusia penting untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, mengingat bangsa ini memiliki potensi besar.

“Dengan fokus kita perlu membangun sumber daya manusia lewat pendidikan, kesehatan, dan sosial yang kuat. Muhammadiyah concern (menaruh perhatian) tetap di situ ditambah dengan kekuatan dan membangun ekonomi,” ujarnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPR Gerah PNS Dapat Pensiun Seumur Hidup, Kerja Enggak Seberapa

20 Juli 2026 - 06:26 WITA

Dari Lahan Terbengkalai Jadi Sentra Ekspor, Titiek Soeharto Apresiasi BUBK Kebumen

15 Juli 2026 - 03:29 WITA

Presiden Prabowo Dampingi PM Modi Kunjungi DPR RI, Perkuat Diplomasi Indonesia-India hingga Tingkat Legislatif

8 Juli 2026 - 12:20 WITA

DPR RI Bentuk Tim Investigasi Dampak Tailing Freeport

7 Juli 2026 - 03:48 WITA

Kabar Baik untuk Ojol, Dasco Umumkan Komisi Aplikasi Turun Jadi 8 Persen

29 Juni 2026 - 04:50 WITA

Trending di Warta Parlemen