Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Teken Perpres Kesehatan, Atur Integrasi Layanan dari Pusat hingga Desa Rossa Sebut Nama Baiknya Dijadikan Ajang Cari Cuan Clickbait Lewat Link Afiliasi Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan Harga BBM Pertamina Naik, Pertamax Turbo Melejit Jadi Rp19.400 Potret Gereja Pertama IKN, Ada Makna di Balik Desain Indahnya Komisi IX DPR RI Dorong Optimalisasi Program Magang untuk Kurangi Pengangguran Sarjana

Warta Parlemen

Ketua MPR dan Ketum Muhammadiyah bahas dinamika geopolitik global

badge-check


					Ketua MPR dan Ketum Muhammadiyah bahas dinamika geopolitik global Perbesar

Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir membahas dinamika geopolitik global dalam pertemuan di Bantul, Yogyakarta, pada Minggu (5/4) malam.

Dalam kunjungan itu, Muzani menyampaikan titipan salam dari Presiden Prabowo Subianto untuk para ulama hingga pimpinan pondok pesantren di sana.

“Saya menyampaikan kabar ini kepada beliau (Presiden Prabowo) bahwa saya akan berkunjung ke Yogyakarta dan beliau menyampaikan salam hormat kepada tokoh-tokoh, para ulama, para pimpinan pondok pesantren yang akan kami kunjungi, termasuk kepada Prof. Haedar dan Ibu Haedar,” kata Muzani dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/4/2025).

Pertemuan itu merupakan rangkaian kunjungan kerja Ketua MPR Muzani ke Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Haedar menjelaskan dalam pertemuan itu, dirinya dan Muzani mendiskusikan bahwa persatuan merupakan modal terkuat dalam menghadapi situasi politik global dewasa ini.

“Kami mendiskusikan bahwa modal terkuat kita adalah persatuan. Jadi, ketika kita bersatu menghadapi situasi politik global seberat apa pun itu, Indonesia insyaallah akan mampu menghadapinya,” ujarnya.

Dia juga menilai kepemimpinan Prabowo memiliki komitmen dalam menjaga kedaulatan dan nilai-nilai kemanusiaan di kancah global.

“Dan kami percaya bahwa Presiden Prabowo dengan semangat konstitusional dan menjaga kedaulatan Indonesia akan membawa Indonesia pada prinsip-prinsip kemerdekaan, keadilan, dan keadaban atau kemanusiaan yang beradab di dalam membawa orientasi politik global, termasuk membela Palestina,” katanya.

Selain itu, Haedar dan Muzani turut mendiskusikan langkah menjadi negara maju. Menurut Haedar, pembangunan sumber daya manusia penting untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, mengingat bangsa ini memiliki potensi besar.

“Dengan fokus kita perlu membangun sumber daya manusia lewat pendidikan, kesehatan, dan sosial yang kuat. Muhammadiyah concern (menaruh perhatian) tetap di situ ditambah dengan kekuatan dan membangun ekonomi,” ujarnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi IX DPR RI Dorong Optimalisasi Program Magang untuk Kurangi Pengangguran Sarjana

17 April 2026 - 07:39 WITA

Komisi Tiga DPR RI Wanti-wanti RUU Perampasan Aset, Jangan Disalahgunakan Aparat Hukum

7 April 2026 - 04:17 WITA

Kunjungan Komisi IV DPR RI ke Bogor Ungkap Inovasi Keren di Sektor Perikanan

4 April 2026 - 06:18 WITA

Kasus Amsal Disorot Komisi III DPR-RI

31 Maret 2026 - 02:33 WITA

Nurul Arifin Apresiasi Kepatuhan Roblox pada PP Tunas, Perlindungan Anak Jadi Prioritas

26 Maret 2026 - 06:07 WITA

Trending di Warta Parlemen