Menu

Mode Gelap
Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

Warta Parlemen

Ketua MPR dan Ketum Muhammadiyah bahas dinamika geopolitik global

badge-check


					Ketua MPR dan Ketum Muhammadiyah bahas dinamika geopolitik global Perbesar

Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir membahas dinamika geopolitik global dalam pertemuan di Bantul, Yogyakarta, pada Minggu (5/4) malam.

Dalam kunjungan itu, Muzani menyampaikan titipan salam dari Presiden Prabowo Subianto untuk para ulama hingga pimpinan pondok pesantren di sana.

“Saya menyampaikan kabar ini kepada beliau (Presiden Prabowo) bahwa saya akan berkunjung ke Yogyakarta dan beliau menyampaikan salam hormat kepada tokoh-tokoh, para ulama, para pimpinan pondok pesantren yang akan kami kunjungi, termasuk kepada Prof. Haedar dan Ibu Haedar,” kata Muzani dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/4/2025).

Pertemuan itu merupakan rangkaian kunjungan kerja Ketua MPR Muzani ke Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Haedar menjelaskan dalam pertemuan itu, dirinya dan Muzani mendiskusikan bahwa persatuan merupakan modal terkuat dalam menghadapi situasi politik global dewasa ini.

“Kami mendiskusikan bahwa modal terkuat kita adalah persatuan. Jadi, ketika kita bersatu menghadapi situasi politik global seberat apa pun itu, Indonesia insyaallah akan mampu menghadapinya,” ujarnya.

Dia juga menilai kepemimpinan Prabowo memiliki komitmen dalam menjaga kedaulatan dan nilai-nilai kemanusiaan di kancah global.

“Dan kami percaya bahwa Presiden Prabowo dengan semangat konstitusional dan menjaga kedaulatan Indonesia akan membawa Indonesia pada prinsip-prinsip kemerdekaan, keadilan, dan keadaban atau kemanusiaan yang beradab di dalam membawa orientasi politik global, termasuk membela Palestina,” katanya.

Selain itu, Haedar dan Muzani turut mendiskusikan langkah menjadi negara maju. Menurut Haedar, pembangunan sumber daya manusia penting untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, mengingat bangsa ini memiliki potensi besar.

“Dengan fokus kita perlu membangun sumber daya manusia lewat pendidikan, kesehatan, dan sosial yang kuat. Muhammadiyah concern (menaruh perhatian) tetap di situ ditambah dengan kekuatan dan membangun ekonomi,” ujarnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

1 September 2026 - 05:23 WITA

DPR Janji Sahkan RUU Perampasan Aset Maksimal 15 Desember

28 Agustus 2026 - 04:55 WITA

Siti Fauziah Sebut LCC 4 Pilar MPR Jadi Ruang Bangun Persaudaraan

24 Agustus 2026 - 05:47 WITA

Dukung Guru PPPK Diangkat Jadi PNS, Ketua DPD RI: Fiskal Kita Cukup

21 Agustus 2026 - 05:35 WITA

Komisi III Kebut Pembahasan RUU Perampasan Aset, Targetkan Selesai Desember 2026

18 Agustus 2026 - 05:55 WITA

Trending di Warta Parlemen