Menu ✖

Mode Gelap
Korupsi Tunjangan Rp 18,79 M, Wabup Indramayu Syaefudin Ditahan Kejati Jabar Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028 Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Tegaskan Capaian Strategis: Kita Berada di Jalur yang Benar Pangdam XIII/Merdeka Tegaskan Kawal Program Nasional Budidaya Anggur Impor Buka Peluang Ekonomi Desa Pejarakan Kapolri Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Terbesar di Indonesia

Serba Serbi

Hashim Djojohadikusumo: Gejolak di pasar saham bikin Prabowo geram

badge-check


					Hashim Djojohadikusumo: Gejolak di pasar saham bikin Prabowo geram Perbesar

Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo menyebutkan gejolak di pasar saham yang terjadi beberapa waktu lalu membuat Presiden Prabowo sangat geram.

Menurut Hashim, peristiwa tersebut bukan sekadar mempengaruhi kondisi pasar, tetapi juga menyangkut reputasi negara serta menimbulkan kerugian bagi investor.

“Saya juga ingin menegaskan dalam kesempatan ini bahwa Presiden Prabowo sangat marah atas kejadian pekan lalu, terutama karena kehormatan negara dipertaruhkan dan banyak investor yang mengalami kerugian,” kata Hashim dalam acara Asean Climate Forum di gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (11/2/2026).

Hashim juga menyoroti kondisi pasar saham yang bergejolak itu lantaran pasar  kurang transparan. Bahkan ia menyebut MSCI sampai mengirim empat surat kepada pemerintah yang berisi berbagai pertanyaan dan kekhawatiran terkait transparansi. Menurutnya, pasar hanya bisa berhasil jika ada kepercayaan dan kredibilitas.

Menurutnya lagi, delapan investor yang ditemuinya pada awal pekan ini juga meminta pemerintah memastikan kredibilitas pasar tetap terjaga.

“Jadi pemerintah Indonesia bertekad menjaga kredibilitas sekaligus kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, kehormatan negara sangat penting. Maka beliau akan mengawasi secara ketat,” ucap Hashim.

Ia menegaskan pengawasan pasar perlu diperkuat guna melindungi investor, mengingat banyak investor terdampak dalam gejolak pasar sebelumnya.

Disamping itu, Hashim menilai rasio price to earnings (PE) sejumlah saham yang mencapai ratusan hingga ribuan kali menjadi sinyal adanya ketidakberesan di pasar.

“Harapan saya, harapan Presiden Prabowo, dan harapan pemerintah adalah agar Anda benar-benar waspada. Jika melihat anomali yang tidak masuk akal, itu merupakan tanda bahaya atau red flag,” tambahnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028

24 Oktober 2026 - 09:56 WITA

BMKG: Keindahan Hunter’s Moon pada 26 Oktober 2026

23 Oktober 2026 - 04:17 WITA

Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional

21 Oktober 2026 - 02:27 WITA

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Trending di Serba Serbi