Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Teken Perpres Kesehatan, Atur Integrasi Layanan dari Pusat hingga Desa Rossa Sebut Nama Baiknya Dijadikan Ajang Cari Cuan Clickbait Lewat Link Afiliasi Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan Harga BBM Pertamina Naik, Pertamax Turbo Melejit Jadi Rp19.400 Potret Gereja Pertama IKN, Ada Makna di Balik Desain Indahnya Komisi IX DPR RI Dorong Optimalisasi Program Magang untuk Kurangi Pengangguran Sarjana

Serba Serbi

Hashim Djojohadikusumo: Gejolak di pasar saham bikin Prabowo geram

badge-check


					Hashim Djojohadikusumo: Gejolak di pasar saham bikin Prabowo geram Perbesar

Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo menyebutkan gejolak di pasar saham yang terjadi beberapa waktu lalu membuat Presiden Prabowo sangat geram.

Menurut Hashim, peristiwa tersebut bukan sekadar mempengaruhi kondisi pasar, tetapi juga menyangkut reputasi negara serta menimbulkan kerugian bagi investor.

“Saya juga ingin menegaskan dalam kesempatan ini bahwa Presiden Prabowo sangat marah atas kejadian pekan lalu, terutama karena kehormatan negara dipertaruhkan dan banyak investor yang mengalami kerugian,” kata Hashim dalam acara Asean Climate Forum di gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (11/2/2026).

Hashim juga menyoroti kondisi pasar saham yang bergejolak itu lantaran pasar  kurang transparan. Bahkan ia menyebut MSCI sampai mengirim empat surat kepada pemerintah yang berisi berbagai pertanyaan dan kekhawatiran terkait transparansi. Menurutnya, pasar hanya bisa berhasil jika ada kepercayaan dan kredibilitas.

Menurutnya lagi, delapan investor yang ditemuinya pada awal pekan ini juga meminta pemerintah memastikan kredibilitas pasar tetap terjaga.

“Jadi pemerintah Indonesia bertekad menjaga kredibilitas sekaligus kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, kehormatan negara sangat penting. Maka beliau akan mengawasi secara ketat,” ucap Hashim.

Ia menegaskan pengawasan pasar perlu diperkuat guna melindungi investor, mengingat banyak investor terdampak dalam gejolak pasar sebelumnya.

Disamping itu, Hashim menilai rasio price to earnings (PE) sejumlah saham yang mencapai ratusan hingga ribuan kali menjadi sinyal adanya ketidakberesan di pasar.

“Harapan saya, harapan Presiden Prabowo, dan harapan pemerintah adalah agar Anda benar-benar waspada. Jika melihat anomali yang tidak masuk akal, itu merupakan tanda bahaya atau red flag,” tambahnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Potret Gereja Pertama IKN, Ada Makna di Balik Desain Indahnya

18 April 2026 - 06:58 WITA

Menyusuri Istana, Menyulam Mimpi: Pengalaman Tak Terlupakan Pelajar SMP Negeri 39 Jakarta

17 April 2026 - 05:18 WITA

Ismanto: Tinggalkan Profesi Satpam, Kini Sukses Budidaya Mamey Sapote Beromzet Puluhan Juta

16 April 2026 - 05:34 WITA

Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun untuk Titiek Soeharto di Tengah Kunker Luar Negeri

15 April 2026 - 06:00 WITA

Kisah Perempuan Raja Ampat: Memimpin Komunitas dan Melestarikan Sasi

12 April 2026 - 03:38 WITA

Trending di Serba Serbi