Menu

Mode Gelap
Polri Tahan 2 Tersangka Kasus Korupsi Pembiayaan Pengadaan Batu Bara JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung DPR Gerah PNS Dapat Pensiun Seumur Hidup, Kerja Enggak Seberapa APH Didesak Tangkap Kades Kayumban, Atas Dugaan Korupsi ADD Miliaran Rupiah Spanyol Hadapi Gelombang Panas Ketiga, Suhu Bisa Capai 45 Derajat Celsius Kurangi Ketergantungan Gawai, KKN Unhas Edukasi Siswa SD Permainan Tradisional di Bone

Serba Serbi

Festival ketupat simbol persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Maluku

badge-check


					Festival ketupat simbol persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Maluku Perbesar

Dusun Talaga Kodok, Desa Hitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku menggelar festival ketupat 2026. Festival ketupat ini menjadi simbol kuat persaudaraan, kebersamaan dan semangat hidup orang basudara yang telah diwariskan oleh leluhur.

Suasana penuh kebersamaan dan kegembiraan mewarnai pelaksanaan Festival Ketupat di Dusun Telaga Kodok, Sabtu 30 Mei 2026. Ribuan masyarakat memadati lokasi festival untuk merayakan agenda tahunan juga mempererat hubungan antarwarga.

Ketua Panitia Festival Ketupat, Sutomo Sanger, mengatakan bahwa penyelenggaraan tahun ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan silaturahmi antar sesama masyarakat yang hidup dalam semangat persaudaraan.

“Festival Ketupat tahun ini pertama untuk meningkatkan silaturahmi antar orang hidup basudara. Kemudian juga untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penjualan makanan dan minuman yang telah disediakan di stan-stan,” ujarnya.

Menurut Sutomo, jumlah ketupat yang disajikan pada festival tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat sebanyak 40.552 buah ketupat disiapkan, menunjukkan antusiasme masyarakat yang semakin besar terhadap kegiatan tersebut.

Ia berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan baik dan terus berkembang pada tahun-tahun mendatang.

“Harapannya kegiatan ini berjalan dengan baik, dan ke depan bisa lebih besar lagi,” tambahnya.

Antusiasme pengunjung juga terlihat dari banyaknya masyarakat yang datang, termasuk mereka yang baru pertama kali mengikuti festival tersebut.

Salah satunya Rosmina Tatisina , yang mengaku tertarik datang setelah melihat ramainya festival melalui unggahan di media sosial.

“Ini baru pertama kali saya mencoba datang ke Festival Ketupat karena sebelumnya hanya melihat orang posting ramai. Baru kali ini saya berkesempatan ikut berpartisipasi,” katanya.

Rosmina mengungkapkan keinginannya untuk merasakan langsung suasana festival yang selama ini hanya ia saksikan melalui media sosial.

“Tujuannya ingin merasakan secara langsung. Kemarin hanya melihat dari postingan orang, tetapi hari ini bisa datang dan menyaksikan sendiri,” ujarnya.

Kesan mendalam pun dirasakan Rosmina saat berada di lokasi. Menurutnya, kemeriahan festival melebihi ekspektasinya.

“Untuk pertama kali ini sangat luar biasa. Saya sangat kaget karena orang yang datang cukup banyak dan benar-benar meramaikan festival ini,” tuturnya.

Dengan meningkatnya jumlah ketupat yang disajikan serta tingginya partisipasi masyarakat, Festival Ketupat tahun ini menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan sekaligus menjadi penggerak ekonomi warga melalui aktivitas usaha yang tumbuh di sekitar pelaksanaan acara.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung

20 Juli 2026 - 06:27 WITA

Kurangi Ketergantungan Gawai, KKN Unhas Edukasi Siswa SD Permainan Tradisional di Bone

19 Juli 2026 - 06:10 WITA

Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala

17 Juli 2026 - 06:02 WITA

Wimbledon Jadi Bekal Berharga Petenis Muda Indonesia Ethan Jake Frans

14 Juli 2026 - 06:44 WITA

Tak Banyak yang Tahu, 5 Kuliner Indonesia Ini Lahir dari Kemiskinan

13 Juli 2026 - 06:37 WITA

Trending di Serba Serbi