Menu ✖

Mode Gelap
China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto Apresiasi Komitmen Pemerintah dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Investasi Rp3.923,2 Triliun Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja Juan Azmi Bawa Film Laga Indonesia Menembus Panggung Dunia

Warta Daerah

BNPB: Petugas-warga buka akses jalan terdampak longsor di Sidrap

badge-check


					BNPB: Petugas-warga buka akses jalan terdampak longsor di Sidrap Perbesar

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan petugas gabungan saat ini masih berjibaku membersihkan material tanah longsor guna membuka kembali akses jalan yang tertimbun menuju Desa Leppangeng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa pembukaan jalur tersebut menjadi prioritas utama penanganan darurat mengingat ruas jalan yang tertutup merupakan akses utama transportasi warga setempat.

“Hingga Senin (1/6) tim gabungan masih fokus melakukan penanganan darurat dengan membersihkan material longsor di ruas jalan yang menjadi akses utama menuju desa terdampak,” kata dia.

Dia menjelaskan pembukaan akses jalan dilakukan secara bergotong royong melibatkan petugas instansi terkait dengan warga setempat memanfaatkan semua peralatan yang ada demi memastikan distribusi bantuan logistik serta mobilitas warga dapat kembali berjalan normal.

Direktorat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan bahwa tanah longsor itu sendiri dilaporkan terjadi pada Sabtu (30/5) malam dipicu oleh fluktuasi cuaca berupa guyuran hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah perbukitan di Kabupaten Sidrap.

Guguran material tanah kemudian menutup jalur darat di Kecamatan Pitu Riase, sehingga sempat memutus urat nadi transportasi dan menyebabkan kawasan desa setempat menjadi terisolasi.

Berdasarkan kaji cepat sementara oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidenreng Rappang, penyumbatan akses jalan dan dampak longsor ini secara akumulatif telah mengganggu aktivitas harian bagi sedikitnya 614 orang warga.

Selain menyumbat dua titik akses jalan utama, bencana hidrometeorologi basah tersebut dilaporkan juga membawa kerugian materiil berupa kerusakan fisik pada 221 unit rumah warga sekitar yang terpapar material longsoran.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

20 Oktober 2026 - 03:32 WITA

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Protes Tambang Galian C, Warga Puncu Kediri Keluhkan Jalan Rusak dan Sulit Air

13 Oktober 2026 - 04:27 WITA

Trending di Warta Daerah